Cerita Susi Sentil Singapura karena Jadi Transit Lobster Selundupan

Kompas.com - 16/12/2019, 12:22 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberi sambutan pada Festival Muara Baru 2018 di Dermaga Barat PPS Nizam Zachman, Jakarta, Sabtu (11/8/2018). KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKAMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberi sambutan pada Festival Muara Baru 2018 di Dermaga Barat PPS Nizam Zachman, Jakarta, Sabtu (11/8/2018).

Kebijakan pemerintah untuk produksi lobster dalam negeri bertumpu pada tangkapan langsung di laut. Budidaya lobster sebatas pembesaran benur. Pemijahan lobster masih sulit untuk dilakukan.

Hanya Indonesia

Negara penghasil lobster lain, misalnya India dan Australia, sudah lama berhenti menjual benih lobster.

”Cuma Indonesia yang masih jual (benur). Padahal, sayang sekali kalau dijual kecil-kecil karena kalau besar laku sampai jutaan rupiah,” kata Susi.

Sepanjang tahun 2019, tercatat ada 39 upaya penyelundupan benur yang digagalkan. Jumlah benur yang diselamatkan 3,1 juta ekor.

Nilainya ditaksir sekitar Rp 474,6 miliar. Dua kasus terakhir di Lampung dan Jambi digagalkan pada waktu yang bersamaan.

Baca juga: Dilema Edhy, Larang Ekspor Benih Lobster dan Maraknya Penyelundupan

Para penyelundup membeli benur Rp 15.000-Rp 20.000 per ekor dari pengepul. Mereka lalu menjual kembali seharga Rp 150.000 per ekor untuk jenis lobster pasir dan Rp 200.000 jenis lobster mutiara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu dari catatan Kompas, selama Januari-Oktober 2016, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan atau BKIPM, Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan aparat bea cukai dan kepolisian sudah menggagalkan penyelundupan benih lobster sebanyak 800.000 ekor senilai Rp 124,8 miliar.

Harga benih yang diselundupkan sekitar 12 dollar AS (Rp 156.000) per ekor.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.