Komisi VI DPR Akan Rapat Gabungan jika Solusi Jiwasraya Belum Tercapai

Kompas.com - 16/12/2019, 16:28 WIB
Ilustrasi Jiwasraya KONTAN/Cheppy A. MuchlisIlustrasi Jiwasraya

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menyebutkan, jika solusi terkait gagal bayar Jiwasraya belum disepakati, maka pada awal tahun 2020 akan dilakukan rapat gabungan.

Andre Rosiade menyebutkan, sejauh ini belum ada solusi yang ditawarkan dari Jiwasraya terkait masalah gagal bayar kepada nasabah yang sudah terjadi sejak lama.

"Sampai sekarang kami belum pernah dengar solusi," kata Andre di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Andre berencana seusai masa reses tahun baru akan diadakan pembicaraan lebih mendalam dengan Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sejauh ini DPR RI masih berbicara dengan jajaran direksi Jiwasraya terkait masalah yang terjadi.

"Pak Erick Tohir enggak kami undang hari ini. Setelah ini Jiwasraya akan ke Komisi XI didampingi Kemenkeu dan OJk. Di sini baru Jiwasraya saja, nanti setelah reses baru panggil Pak Erick Tohir juga," ungkap Andre.

Baca juga: Jiwasraya Pastikan Tak Bisa Lunasi Pembayaran hingga Desember Ini

Andre menjelaskan, setelah ini Komisi VI akan mengkaji solusi dari Jiwasraya setelah memanggil Erick Tohir.

"Januari atau Februari kita kejar supaya ada kepastian dan solusi. Mungkin nanti ada rapat gabungan setelah berjalan Komisi VI dan XI. Ada Kementerian BUMN, Kemenkeu, OJK, dan Jiwasraya. Setelah itu kita kaji perlu naik pansus atau tidak," tambahnya.

Menurut Andre, ada tiga solusi yang mungkin bisa dilakukan Jiwasraya. Misalkan saja membuat anak perusahaan, menjual aset, dan menunggu investor.

"Pertama, ada rencana Kementerian BUMN dan Jiwasraya bikin anak perusahaan. Kedua, ada usaha mau jual aset agar terima uang cash untuk bayar nasabah. Ketiga, menunggu investor," tegasnya.

Persoalan keuangan Jiwaswaya sudah terjadi cukup lama yang sampai saat ini belum terurai. Jumlah aset Jiwasraya pada kuartal III-2019 hanya Rp 25,6 triliun, sementara utangnya Rp 49,6 triliun. Artinya, total ekuitas atau selisih aset dan kewajiban Jiwasraya minus Rp 23,92 triliun.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X