Benarkah Nelayan Bergantung Hidup pada Pengambilan Benih Lobster?

Kompas.com - 18/12/2019, 05:38 WIB
Benih Lobster asal pantai selatan, Jawa Barat yang hendak diselundupkan ke Singapura berhasil digagalkan Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri, Jumat (8/11/2019). KOMPAS.COM/HADI MAULANABenih Lobster asal pantai selatan, Jawa Barat yang hendak diselundupkan ke Singapura berhasil digagalkan Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri, Jumat (8/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan Perikanan Edhy Prabowo terus menjadi sasaran tembak netizen terkait dengan rencana ekspor benih lobster. Dalam setiap kesempatan, Edhy selalu menyebut banyak masyarakat yang bergantung hidup dengan menangkap benih lobster.

"Ada masyarakat yang sudah bergantung hidupnya dengan nangkap benih. Kemudian mau kita apakan? Kalau distop toh nyatanya penyeludupannya banyak," kata Edhy awal pekan ini.

Namun, omongan Edhy tampaknya masih menimbulkan tanda tanya, apakah memang benar ada banyak nelayan yang bergantung hidup pada penangkapan benih lobster?

Dalam retweet akun Twitter Susi Pudjiastuti, terlihat puluhan nelayan di Lombok menyatakan sikap tidak akan menangkap benih lobster apalagi menjualnya. Komitmen nelayan tersebut juga didukung oleh kesepakatan dalam secarik kertas.

Berdasarkan berita sebelumnya yang diunggah Kompas.com, Juni 2017, sekitar 2.246 rumah tangga masyarakat penangkap benih lobster Lombok siap beralih kembali menjadi pembudidaya ikan. Hal ini ditandai dengan ikrar bersama di hadapan pemerintah setempat.

"Bersedia beralih dari aktivitas penangkapan benih lobster ke usaha di bidang kelautan dan perikanan," ujar perwakilan masyarakat penangkap benih lobster Lombok Tengah, Leguh, saat membacakan ikrar di Dusun Bumbang, Desa Mertak, Lombok Tengah, Senin (19/6/2017).

Baca juga: Jokowi Buka Suara Soal Ribut Lobster, Bela Susi atau Edhy?

Selain itu, masyarakat penangkap benih lobster Lombok juga menyatakan tidak akan melakukan penangkapan benih lobster maupun lobster dengan ukuran berat kurang dari 200 gram.

Musnahkan alat tangkap

Mereka juga bersedia untuk memusnahkan sarana alat tangkap benih lobster dan memastikan tidak akan ada lagi aktivitas penangkapan benih lobster dan akan melaporkan masyarakat yang masih melakukan penangkapan benih lobster kepada pihak pemerintah dan aparat terkait.

Hadir juga saat itu, Direktur Jenderal Budidaya Perikanan Slamet Subiakto yang mengapresiasi niat masyarakat untuk meninggalkan penangkapan benih lobster dan beralih ke budidaya perikanan.

"Kesadaran ini luar bisa dan dilihat dunia. Kami akan mendampingi terus," kata Slamet, kala menyerahkan bantuan sarana dan prasarana budidaya perikanan kepada kelompok pembudidaya di Dusun Bumbang, Desa Mertak, Lombok Tengah.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X