Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Sektor Pekerjaan yang Dinilai Aman Saat Memasuki Era Digital

Kompas.com - 18/12/2019, 09:45 WIB
Ade Miranti Karunia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Era digital membuat perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce dan teknologi finansial (fintech) bakal berkembang pesat untuk tahun 2020 mendatang. Sementara, perusahaan di sektor jasa audit masih diyakini akan stabil.

"Auditor itu stabil karena profesi. E-commerce, fintech itu pasti karena memang ke arah sana (teknologi dan aplikasi)," ujar Audit dan Assurance Grant Thornton, Alexander Adrianto Tjahyadi, di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Pasalnya, e-commerce dan fintech dianggap menjadi kebutuhan masyarakat sekarang ini hingga tahun-tahun berikutnya. Apalagi, banyaknya promo serta kemudahan yang ditawarkan oleh sektor komersial dan pinjaman berbasis online.

Baca juga: Fintech di Indonesia Masih didominasi Peer to Peer Lending

Dalam kesempatan yang sama, Audit dan Assurance Grant Thornton, Ciwi Paino juga menjelaskan, penggunaan uang non tunai itu akan terus bertambah. Ditambah, banyaknya aplikasi belanja non tunai yang mulai hadir dan berkembang di Indonesia.

"Cashless itu tidak bisa dihindari karena teknologi itu sangat mendukung. Dan di satu sisi mengurangi uang cetak serta risiko kehilangan uang. Di sisi lain, mendorong konsumsi," katanya.

Meski transaksi pembayaran berbasis teknologi terus berkembang, hal itu tidak mengurangi jumlah pemakaian uang tunai. Sebab, di Indonesia sendiri tidak semua masyarakat dapat menerima pola perubahan tersebut.

"Kalau saya tergantung budaya orang menerima. Sama seperti pola orang bergeser ke penggunaan kartu kredit. Tapi, kalau kartu kredit kan risiko orang terjebak utang. Kalau cashless, tergantung (saldo) uangnya masih ada, ya bisa digunakan," ujarnya.

"Kita di Indonesia, ekonominya tidak merata. Kalau Jakarta, Surabaya pasti banyak menggunakan uang non tunai," lanjut Ciwi.

Namun, peran pemerintah kembali dibutuhkan. Untuk mensosialisasikan serta memberikan pemahaman akan teknologi yang berkembang. "Bagaimana pemerintah bisa mendidik masyarakat kita menghadapi perubahan itu," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pertumbuhan Kredit dan Pendanaan Perbankan 2024 Diproyeksi Masih Baik di Tengah Ketidakpastian Global

Pertumbuhan Kredit dan Pendanaan Perbankan 2024 Diproyeksi Masih Baik di Tengah Ketidakpastian Global

Whats New
Konsultasi ESG Makin Dibutuhkan, Sucofindo Tingkatkan Layanan LVV

Konsultasi ESG Makin Dibutuhkan, Sucofindo Tingkatkan Layanan LVV

Whats New
Imbas Konflik Iran-Israel, Harga Pangan Bisa Meroket

Imbas Konflik Iran-Israel, Harga Pangan Bisa Meroket

Whats New
Gandeng BRI, BPKH Distribusikan Uang Saku Jemaah Haji Rp 665 Miliar

Gandeng BRI, BPKH Distribusikan Uang Saku Jemaah Haji Rp 665 Miliar

Whats New
Diskon Tiket Kereta Keberangkatan 22-30 April, Ini Cara Belinya

Diskon Tiket Kereta Keberangkatan 22-30 April, Ini Cara Belinya

Whats New
Pasar Modal 2024, 'Outlook' Cerah dengan Sektor Perbankan yang Dominan

Pasar Modal 2024, "Outlook" Cerah dengan Sektor Perbankan yang Dominan

Whats New
ID Food: Peran Perempuan dalam Ekosistem Pertanian dan Pangan Penting, Akses Modal dan Pasar Jadi Tantangan

ID Food: Peran Perempuan dalam Ekosistem Pertanian dan Pangan Penting, Akses Modal dan Pasar Jadi Tantangan

Whats New
BUMN PalmCo Garap Kebun Sawit Terluas di Dunia, Ini Luasnya

BUMN PalmCo Garap Kebun Sawit Terluas di Dunia, Ini Luasnya

Whats New
Iran-Israel Memanas, BPS: Keduanya Bukan Negara Mitra Dagang Utama Indonesia..

Iran-Israel Memanas, BPS: Keduanya Bukan Negara Mitra Dagang Utama Indonesia..

Whats New
AirNav Bantah Ada Pesawat Jatuh di Perairan Bengga Nagekeo NTT

AirNav Bantah Ada Pesawat Jatuh di Perairan Bengga Nagekeo NTT

Whats New
Nilai Ekspor RI Melesat 16,4 Persen jadi 22,43 Miliar Dollar AS

Nilai Ekspor RI Melesat 16,4 Persen jadi 22,43 Miliar Dollar AS

Whats New
KKP Siapkan Sistem untuk Pantau Kuota Penangkapan Benih Bening Lobster

KKP Siapkan Sistem untuk Pantau Kuota Penangkapan Benih Bening Lobster

Whats New
Reksadana Pasar Uang adalah Apa? Ini Pengertiannya

Reksadana Pasar Uang adalah Apa? Ini Pengertiannya

Work Smart
Keputusan Sengkata Pilpres Diumumkan Hari Ini, BEI: Investor Sudah Mengantisipasi

Keputusan Sengkata Pilpres Diumumkan Hari Ini, BEI: Investor Sudah Mengantisipasi

Whats New
Pelajaran Kegagalan Peningkatan Produksi Gula dari Kabupaten Dompu

Pelajaran Kegagalan Peningkatan Produksi Gula dari Kabupaten Dompu

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com