Boeing Stop Produksi Pesawat 737 MAX, Ini Tanggapan Kemenhub

Kompas.com - 18/12/2019, 16:30 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing Co akan menghentikan sementara produksi pesawat jet 737 MAX pada Januari 2020.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perhubunggan Udara Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) Polana B Pramesti mengatakan, penghentian produksi itu tak serta merta Boing 737 MAX tidak terbang lagi di waktu yang akan datang.

Sebab, apabila Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) telah menyelesaikan proses sertifikasinya dan menyatakan proses upgrade MCAS dinyatakan telah memenuhi semua persyaratan yang diikuti dengan penerbitan Airworthiness Directive, kemungkinan Boing 737 MAX akan terbang lagi.

“Pemerintah akan mengkaji semua informasi terkait sebagai dasar untuk menentukan pencabutan grounding MAX di Indonesia, namun sampai saat ini belum selesai proses sertifikasinya,” ujar Polana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/12/2019).

Baca juga: Boeing Resmi Hentikan Produksi 737 MAX

Polana menambahkan, hasil sertifikasi tersebut akan dibahas bersama antar otoritas penerbangan sipil di kawasan ASEAN yang memang telah memiliki konsensus untuk mengharmonisasi proses un-grounding atau larangan terbang pesawat Boeing 737 MAX.

Menurut dia, pihaknya memiliki perhatian terhadap armada 737 MAX yang ada di Indonesia yang sudah tidak terbang selama lebih dari 9 bulan, serta bagaimana pengaruhnya terhadap kondisi fisik pesawat tersebut.

“Kami telah dan akan terus melanjutkan komunikasi dan koordinasi dengan pihak operator penerbangan serta pabrikan dan otoritas penerbangan sipil lainnya mengenai langkah-langkah terbaik yang perlu dilakukan untuk preservasi armada tersebut selama tidak terbang,” kata Polana.

Baca juga: Boeing Akan Hentikan Produksi Pesawat 737 MAX?

Sebelumnya, Boeing mengatakan bakal menghentikan sementara produksi pesawat jet 737 MAX pada bulan Januari.

Dikutip dari Reuters, Rabu (18/12/2019) Boeing, yang memproduksi pesawat 737 MAX di Seattle, mengatakan tidak akan memberhentikan sekitar 12.000 karyawan di sana selama pembekuan produksi, meskipun langkah itu dapat memiliki dampak di seluruh rantai pasokan global dan ekonomi A.S.

Keputusan diambil setelah FAA menolak untuk menyetujui jet tersebut kembali mengudara sebelum 2020 dan menyampaikan mengenai penolakan publik terhadap harapan Boeing untuk kembali pulih.

Pesawat Boeing 737 MAX telah dilarang terbang sejak Maret setelah dua kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan 346 orang dalam waktu lima bulan.

Baca juga: Ketua FAA: Kemungkinan Sertifikasi Boeing 737 Max sampai Tahun 2020

Keputusan untuk menghentikan produksi akan memiliki dampak kecil pada maskapai yang telah memesan.

Hal itu sekaligus memaksa perusahaan penerbangan membatalkan penerbangan dan menyewa pesawat pengganti.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X