Wamenkeu Minta Pengusaha Properti Ikut Bangun Ibu Kota Baru

Kompas.com - 18/12/2019, 21:01 WIB
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazahra meminta pengusaha properti agar membantu pemerintah membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Apalagi, pemindahan ibu kota baru diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp 466 triliun.

"Dunia swasta saya minta untuk siap. Sama-sama kita pikirkan mana cara yang lebih baik, financing dan bahu-membahu," ujar Suhasil di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Baca juga: Sumitomo Tertarik Ikut RI Bangun Megaproyek Ibu Kota Baru

Pemerintah akan menggunakan dua skema untuk memenuhi kebutuhan anggaran pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur.

Skemanya yakni melalui belanja di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Diharapkan para pengusaha properti mau terlibat dalam pembangunan ibu kota baru negara tersebut.

"Bagian APBN, masih bisa kita pilah. Bagian dari APBN masih bisa kita buat untuk kerja sama pemerintah dengan badan usaha," ujarnya.

Baca juga: Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Jangan Dianggap Sekadar Proyek Besar

Suahasil menilai, pemindahan ibu kota negara harusnya menjadi peluang bagi sektor properti. Sebab ibu kota baru membutuhkan pembangunan infrastruktur yang besar, termasuk hunian untuk penduduknya nanti.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan, pemerintah menargetkan pembangunan konstruksi ibu kota negara baru di Kalimantan Timur dimulai pada 2020.

Hal tersebut disampaikan Luhut setelah mengikuti rapat soal pemindahan ibu kota negara di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

"Kami berharap tahun depan (konstruksi ibu kota negara baru) sudah mulai. Akhir tahun depan atau awal 2021," katanya.

Baca juga: Terjebak Macet Setengah Jam, Jokowi Sebut Itu Alasan Ibu Kota Dipindah

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X