Menteri KKP Edhy Prabowo Diminta Hentikan Wacana Ekspor Benih Lobster

Kompas.com - 18/12/2019, 21:09 WIB
Upaya Penyelundupan Lobster - Haryanto, penyidik pada Kantor Karantina Ikan Adisucipto, menunjukkan lobster (Panullirus spp) yang sebelumnya akan diselundupkan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (1/10/15). Upaya penyelundupan 534 ekor lobster dengan nilai sekitar Rp 500 juta melalui pesawat dengan tujuan Singapura berhasil digagalkan. Lobster tersebut selanjutnya akan dilepas kembali di perairan Pantai Sepanjang, Gunung Kidul, pada hari ini.  

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko (DRA)
01-10-2015

DIMUAT  2/10/15 HAL  18 *** Local Caption *** Upaya Penyelundupan Lobster - Haryanto, penyidik pada Kantor Karantina Ikan Adisucipto, menunjukkan lobster (Panullirus spp) yang sebelumnya akan diselundupkan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (1/10). Upaya penyelundupan 534 ekor lobster dengan nilai sekitar Rp 500 juta melalui pesawat dengan tujuan Singapura berhasil digagalkan. Lobster tersebut selanjutnya akan dilepas kembali di perairan Pantai Sepanjang, Gunung Kidul, pada hari ini.  

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko (DRA)
01-10-2015
FERGANATA INDRA RIATMOKOUpaya Penyelundupan Lobster - Haryanto, penyidik pada Kantor Karantina Ikan Adisucipto, menunjukkan lobster (Panullirus spp) yang sebelumnya akan diselundupkan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (1/10/15). Upaya penyelundupan 534 ekor lobster dengan nilai sekitar Rp 500 juta melalui pesawat dengan tujuan Singapura berhasil digagalkan. Lobster tersebut selanjutnya akan dilepas kembali di perairan Pantai Sepanjang, Gunung Kidul, pada hari ini. Kompas/Ferganata Indra Riatmoko (DRA) 01-10-2015 DIMUAT 2/10/15 HAL 18 *** Local Caption *** Upaya Penyelundupan Lobster - Haryanto, penyidik pada Kantor Karantina Ikan Adisucipto, menunjukkan lobster (Panullirus spp) yang sebelumnya akan diselundupkan di Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (1/10). Upaya penyelundupan 534 ekor lobster dengan nilai sekitar Rp 500 juta melalui pesawat dengan tujuan Singapura berhasil digagalkan. Lobster tersebut selanjutnya akan dilepas kembali di perairan Pantai Sepanjang, Gunung Kidul, pada hari ini. Kompas/Ferganata Indra Riatmoko (DRA) 01-10-2015

JAKARTA, KOMPAS.com - Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (Kiara) meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk menghentikan wacana ekspor benih lobster yang berasal dari Indonesia ke luar negeri.

Sekretaris Jenderal KIARA Susan Herawati mengatakan, perizinan ekspor benih lobster akan mendorong eksploitasi sumberdaya perikanan di perairan Indonesia semakin tidak terkendali.

Dia menilai, dibukanya ekspor benih lobster karena maraknya penyelundupan tidak realistis.

“Seharusnya Menteri KP tegas memberantas praktek penyelundupan benih-benih lobster Indonesia sampai ke akar-akarnya. Membuka wacana ekspor benih lobster hanya akan semakin membuat suasana di masyarakat kontraproduktif,” kata Susan dalam siaran pers, Rabu (18/12/2019).

Baca juga: Edhy soal Ekspor Benih Lobster: Saya Tidak Akan Mundur

Menurut Susan, larangan ekspor benih lobster yang terbit pada masa Susi Pudjiastuti telah berhasil menyelamatkan devisa negara.

Berdasarkan catatan Pusat Data dan Informasi Kiara, KKP telah menyelamatkan benih lobster sebanyak 6.669.134 ekor terhitung sejak tahun 2014-2018. Adapun jumlah uang yang diselamatkan sebanyak Rp 635,59 miliar.

Dia merinci, jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Dari hanya 140 ekor benih lobster yang berhasil diselamatkan pada 2014, jumlahnya meningkat jadi 545.935 ekor (2015), 1.346.484 ekor (2016), 2.237.240 (2017), dan 2.539.317 (2018). Total keseluruhan mencapai 6 juta lebih.

Berbanding lurus dengan jumlah lobster yang diselematkan, penggagalan penyelundupan juga menyelamatkan potensi kerugian negara. Dari Rp 200 juta pada 2014, kemudian meningkat jadi Rp 27,3 miliar (2015), Rp 71,7 miliar (2016), Rp 71,7 miliar (2017), dan Rp 464,87 miliar (2018). Total keseluruhan mencapai Rp 635,59 miliar.

Untuk itu, Kiara mendesak Menteri Edhy untuk membangun keberlanjutan perikanan sehingga memberikan manfaat besar alih-alih membuka keran ekspor benih lobster.

“Daripada terus membangun wacana ekspor benih lobster yang kontraproduktif, seharusnya dalam tiga bulan pertama masa kerjanya, Edhy Prabowo memastikan keberlanjutan sumberdaya perikanan Indonesia terpelihara,” pungkas Susan.

Baca juga: Jokowi Buka Suara Soal Ribut Lobster, Bela Susi atau Edhy?

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X