Asosiasi Udang: Bibit Lobster dari RI Jelas Diselundupkan ke Vietnam

Kompas.com - 19/12/2019, 13:15 WIB
Benih lobster senilai Rp 37 miliar yang berhasil digagalkan penyelundupannya oleh pemerintah di Jambi pada Kamis (18/4/2019). Dok. Kementerian Kelautan dan PerikananBenih lobster senilai Rp 37 miliar yang berhasil digagalkan penyelundupannya oleh pemerintah di Jambi pada Kamis (18/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berencana membuka keran ekspor benih lobster.

Salah satu alasannya karena petani lobster butuh makan sembari menunggu budidaya masif di dalam negeri.

Maraknya penyelundupan bibit lobster juga menjadi perhatian Edhy untuk membuka keran ekspor benih lobster.

Ketua Shrimp Club Indonesia (SCI) Iwan Sutanto yakin, benih-benih lobster yang diselundupkan ke Vietnam adalah dari Indonesia. Pasalnya, wilayah laut Indonesia merupakan ekosistem yang sesuai dengan tumbuh kembang lobster.

"Itu bibit jelas dari Indonesia diselundupkan. Pasti dari Indonesia. Mereka (Vietnam) enggak punya. Lobster itu ada di laut yang berhadapan dengan lautan besar. Tidak ada laut kayak Samudra Hindia, enggak ada di Pantai Timur Sumatra," kata Iwan di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Baca juga: Soal Benih Lobster, KKP Mengaku Siapkan Opsi Budidaya

Iwan menuturkan, minimnya lobster di Vietnam membuat mereka harus membudidaya.

Sementara di Indonesia, lobster masih banyak ditemukan di laut sehingga petani masih menjadikan budidaya lobster sebagai sambilan.

Hal itu pula yang menyebabkan budidaya antar kedua negara berbeda.

"Ya orang masih cari di laut aja masih gampang kok. Vietnam enggak bisa (kalau tidak budidaya). Kalau mereka santai mati mereka itu. Vietnam kalau enggak budidaya enggak makan (karena minim lobster)," ucap Iwan.

Baca juga: Kenapa Benih Lobster Tak Dibudidaya Saja? Ini Kendalanya Kata KKP

Di sisi lain, harga lobster di beberapa wilayah Indonesia terbilang murah. Seperti di Bengkulu misalnya, lobster ukuran konsumsi dihargai Rp 9.000. Bahkan, di beberapa wilayah harga lobster makin menurun.

"Kami ke Bengkulu cuma Rp 9.000 satu lobster untuk konsumsi. Di Sumbawa tambah enggak ada harganya lagi," ujar Iwan.

Sebetulnya, kata Iwan, budidaya bisa saja berjalan asal harganya menarik dan berkesinambungan. Nelayan Indonesia pun dirasa perlu memanfaatkan banyaknya lobster untuk budidaya.

Tak perlu dari benih, budidaya bisa dilakukan dengan lobster ukuran tanggung untuk permulaan.

"Jadi bukannya susah (budidaya lobster), interest-nya itu. Orang di laut masih banyak. Bahkan enggak usah yang kecil-kecil kalau budidaya, yang tanggung dikoleksi dikumpulin dikasih makan sebentar jadi deh. Enggak mungkin budidaya kayak Vietnam. Terlalu lama itu. Dari netas sampai ukuran besar itu tahunan," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X