Ramai Diskon Akhir Tahun, Ini 5 Cara agar Tak Kalap Belanja

Kompas.com - 20/12/2019, 09:59 WIB
Ilustrasi belanja shutterstockIlustrasi belanja

SINGAPURA, KOMPAS.com - Periode libur Natal dan Tahun Baru kerap dimeriahkan dengan ramainya diskon belanja.

Diskon dan promo yang menggiurkan pun bisa membuat Anda belanja impulsif, yakni belanja berlebihan hingga barang yang tak Anda perlukan pun ikut dibeli.

Nah, bagi Anda yang ingin terhindar dari jebakan belanja impulsif, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

Dilansir dari Business Insider, Jumat (20/12/2019), Leonard Lee, profesor bidang pemasaran di NUS Business School Singapura mengungkap 5 cara untuk menghindari belanja impulsif di akhir tahun.

1. Pikirkan alasan mengapa Anda harus belanja

Riset yang dilakukan Lee terhadap 12 pengalaman belanja yang berbeda menemukan bahwa orang-orang memiliki tujuan yang berbeda ketika mereka belanja.

Ada yang memang ingin membeli kebutuhan, membandingkan harga sebelum memilih merek tertentu, dan mengecek berbagai diskon.

Sebelum memutuskan untuk belanja, pikirkan dulu alasan mengapa Anda harus pergi ke pusat perbelanjaan dan membeli sesuatu. Pikirkan juga apakah itu bisa berujung pada belanja impulsif.

Baca juga: Diskon Akhir Tahun Bertebaran, Ini 5 Cara agar Tak Belanja Berlebihan

2. Buat daftar belanja

"Fokus pada apa yang Anda butuhkan, bukan yang Anda inginkan," kata Lee.

Menurut dia, Anda harus hati-hati dengan justifikasi tentang fungsi barang. Misalnya Anda berbohong pada diri sendiri bahwa barang tertentu memang Anda butuhkan, padahal sebenarnya tidak.

Untuk itu, buatlah daftar belanja berisi barang-barang yang memang Anda butuhkan.

3. Susun anggaran belanja

Sayangnya, banyak orang tak memiliki kedisiplinan untuk tetap patuh pada daftar belanja ketika mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan. Akhirnya, kalap belanja tak bisa dihindari.

Lee mengatakan, untuk menghindari perilaku kalap belanja, susun anggaran sehingga Anda lebih cermat ketika memilih setiap barang sebelum dibeli.

Kalau Anda susah disiplin, ajak teman yang tahu tentang perilaku belanja Anda dan akan mempertanyakan setiap barang yang akan Anda beli.

"Namun, sadari juga bahwa ini bisa membuat kegembiraan belanja Anda sedikit berkurang," terang Lee.

Baca juga: Studi: Konsumen Indonesia Belanja Online hingga 5 Kali Sebulan

4. Jangan belanja ketika lapar

Apa hubungannya belanja dengan lapar? Menurut Lee, riset menemukan bahwa konsumen cenderung belanja lebih banyak ketika sedang lapar.

Oleh karena itu, pastikan Anda makan terlebih dahulu sebelum belanja.

5. Jangan mudah tergiur diskon

Lee menuturkan, diskon cenderung mendorong seseorang kalap belanja. Sebab, diskon memberikan kesenangan sesaat karena Anda merasa berhasil memperoleh barang dengan harga murah.

Akan tetapi, percaya atau tidak, Anda cenderung tak menggunakan barang itu. Alasannya, Anda tak memiliki banyak tekanan untuk memandang bahwa barang diskon itu memang Anda butuhkan.

Faktanya, imbuh Lee, orang-orang akan lebih menggunakan barang yang mereka beli dengan harga lebih mahal.

Baca juga: Promo Jelang Natal, Hypermart Banjir Diskon Hingga 25 Persen

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X