Kompas.com - 23/12/2019, 08:10 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Jakarta, Minggu (22/12/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Jakarta, Minggu (22/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekankan pentingnya kesadaran mengenai adanya pelecehan dan kekerasan seksual dalam dunia kerja.

Hal tersebut dia katakan dalam perayaan Hari Ibu, Minggu (22/12/2019) malam.

"Di Hari Ibu ini saya mengajak kita semua untuk menghentikan yang sering terjadi di depan kita. Kesetaraaan gender saat ini mulai membaik tapi kekerasan dan pelecehan seksual masih banyak," ujar dia.

"Setiap 30 menit 2 kekerasan seksual terjadi di Indonesia, terjadi di rumah, di ruang publik, dan yang ini juga yang banyak terjadi yaitu di tempat kerja. Sekecil apapun pelecehan seksual dan kekerasan seksual tidak dapat kita biarkan," lanjut Erick.

Baca juga: Hari Ibu, Sri Mulyani Kisahkan Cerita Sang Ibu Besarkan 10 Anak

Di dalam acara yang juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah tersebut, Erick pun mengatakan bahwa perempuan dan laki-laki harus berani bicara dan bergerak agar aksi pelecehan dan kekerasan seksual tak terus terjadi.

Dia pun menegaskan akan mengutuk keras pihak-pihak yang melakukan tindak pelecehan dan kekerasan seksual.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya mengutuk keras atasan yang mengambil keuntungan dari bawahan perempuan dengan cara-cara tidak profesional, manager pada teamnya, atau penumpang pada pramugari atau bahkan temannya," ujar dia.

Erick pun mengatakan, perlindungan terhadap harkat dan martabat pekerja perempuan tak sekadar soal etika melainkan pula menyangkut hukum formal karena menyalahi aturan negara dan juga internasional yang diatur oleh ILO (international labour organization).

Erick menegaskan, pelecehan seksual di lingkungan kerja adalah cela yang tak bisa ditoleransi dan pelecehan seksual adalah pelanggaran atas hak asasi manusia.

"Sebagai perusahaan publik, BUMN harus menjadi garda terdepan dalam melindungi nilai-nilai yang dijunjung tinggi publik. Etika, terutama soal penegakan terhadap martabat pekerja, adalah hal mutlak dipenuhi," kata Erick.

Baca juga: Sri Mulyani Dukung Upaya Erick Thohir Bersih-bersih BUMN

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.