Bahas Daftar Negatif Investasi, Prabowo Sambangi Kantor Menko Perekonomian

Kompas.com - 23/12/2019, 15:20 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat bersama Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11/2019). Rapat bersama antara DPR dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) membahas rencana kerja Kemhan tahun 2020 beserta dukungan anggarannya. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.
  *** Local Caption *** 

ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAMenteri Pertahanan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat bersama Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/11/2019). Rapat bersama antara DPR dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) membahas rencana kerja Kemhan tahun 2020 beserta dukungan anggarannya. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama. *** Local Caption ***
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan  melakukan rapat koordinasi mengenai daftar negatif investasi (DNI) pada Senin (23/12/2019).

Adapun berdasarkan pantauan Kompas.com, terdapat beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju yang menyambangi kantor Airlangga hingga pukul 13.45 WIB.

Beberapa menteri tersebut di antaranya adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Baca juga: Bukan Rudiantara, Erick Thohir Angkat Zulkifli Zaini Jadi Dirut PLN

Selain itu hadir pula Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi.

Sebelumnya, Airlangga kerap mengatakan pemerintah bakal merevisi Perpres No 44/2016 tentang daftar bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal.

Menurut Airlangga, dari 20 bidang usaha yang tertutup untuk penanaman modal akan dirampingkan menjadi hanya 6 bidang usaha saja.

Baca juga: Menteri KKP Edhy Prabowo Diminta Hentikan Wacana Ekspor Benih Lobster

Keenam bidang usaha tersebut adalah yang berkaitan dengan ganja atau marijuana, perjudian atau kasino, kemudian yang membahayakan keberlangsungan hidup hewan atau tanaman langka di Indonesia.

Dalam beberapa kesempatan Airlangga menyebutkan, selain sektor yang masuk daftar negatif tadi akan masuk dalam kategori positive list atau netral list. Adapun khusus bagi Usaha Kecil dan Mikro (UKM) tetap bisa mendapatkan insentif dengan persyaratan tertentu.

"Persyaratan itu akan dibuat lebih mudah lagi, karena selama ini kan dipersyaratkan tapi dari hasil realisasi investasi yang kita evaluasi, yang dapatkan persyaratan tertentu itu tidak mendapatkan minat dari para investor," ujar Airlangga.

Baca juga: Jadwal Operasional Bank-bank Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X