Kemenhub: Operator Bus Sriwijaya Bisa Ditarik ke Jalur Hukum, Jika...

Kompas.com - 24/12/2019, 13:28 WIB
Proses evakuasi korban kecelakaan bus Sriwiajya yang masuk ke jurang di i Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). HANDOUT/KANTOR SAR PALEMBANGProses evakuasi korban kecelakaan bus Sriwiajya yang masuk ke jurang di i Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) menyampaikan, operator Bus Sriwijaya bisa ditarik ke jalur hukum bila bus yang mengalami kecelakaan di Pagar Alam, Sumatera Selatan, terbukti tak laik jalan.

Meski begitu, Kemenhub meminta lebih dulu Komite Nasional Keselamatan Transportas (KNKT) dan Kepolisian mengusut tuntas kecelakaan Bus Sriwijaya yang terjun ke jurang tersebut.

"Supaya ke depannya tidak terulang kejadian serupa lagi," ujar Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Pitra Setiawan dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (24/12/2019).

"Kalau nanti hasilnya operator tidak menjamin keselamatan kendaraan dalam arti (bus) tidak laik jalan, maka bisa saja nanti operator bertanggung jawab secara hukum,” sambung Fitra.

Baca juga: Korban Jiwa Kecelakaan Bus Sriwijaya Bertambah Jadi 25 Orang, 14 Orang Selamat

Kemenhub mengatakan, kecelakaan bus dengan nomor polisi BD 7031 AU itu terjadi pada Senin (23/12) pukul 23.15 WIB. 

Lokasi kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Pagar Alam - Lahat KM 9 Ds. Plang Kenidai, Kelurahan Plang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Hingga saat ini korban meninggal dunia sebanyak 25 orang, luka berat 7 orang, luka ringan 9 orang.

Baca juga: Hari ini dan Besok, Transjakarta Siap Antar Jemput Gratis ke Katedral

"Saya juga mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kejadian ini, termasuk terhadap keluarga korban meninggal, semoga diberikan ketabahan,” ucap Pitra.

Sementara itu terkait kronologi kejadian, Kemenhub menyampaikan, bus berukuran besar tersebut menabrak dinding penahan tikungan Lematang Indah pada Senin malam. 

Akibatnya, bus masuk ke jurang dengan kedalaman kurang lebih 150 meter dan jatuh ke dasar aliran sungai Lematang.

Baca juga: Diiringi Isak Tangis, Keluarga Korban Berdatangan ke Loket Bus Sriwijaya

Pitra mengatakan, petugas saat ini masih melakukan proses evakuasi korban dan masih memungkinkan bertambahnya jumlah korban.

Kemenhub akan berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kepolisian, Dinas Perhubungan maupun pihak terkait mengenai kecelakaan ini.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Bus Sriwijaya yang Masuk Jurang Lematang, 24 Orang Tewas



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X