YLKI Desak Kepolisian dan Kemenhub Usut Tuntas Kecelakaan Bus Sriwijaya

Kompas.com - 24/12/2019, 18:33 WIB
Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/11/2018). -KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAKetua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/11/2018).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Kepolisian dan Kemenhub serta Dishub setempat, mengusut tuntas penyebab kecelakaan yang menimpa Bus Sriwijaya di Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel).

YLKI menduga penyebabnya kecelakaan antara rem blong (technical factor) dan faktor kelalaian manusia.

"Faktor (kelalaian) manusia lazim menjadi penyebab utama kecelakaan bus umum, entah karena kelelahan, mengantuk, atau juga ngebut, ugal-ugalan," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (24/12/2019).

Baca juga: Kemenhub: Operator Bus Sriwijaya Bisa Ditarik ke Jalur Hukum, Jika...

Selain itu, YLKI meminta pemerintah untuk memperbaiki praktik uji kir. Ia menilai, selama ini praktir uji kir lebih banyak formalitasnya.

"Ada dugaan permainan patgulipat antara pemilik PO bus, pengemudi, dengan oknum petugas dinas perhubungan. Akibatnya, banyak kendaraan umum yang sejatinya tidak laik jalan, tetapi tetap beroperasi di jalan raya, apalagi saat peak season," jelasnya.

Tulus menilai, jika praktik uji kir tak beranjak dari anomali semacam itu, sebaiknya uji kir diswastanisasi saja atau diserahkan pada bengkel yang punya kompetensi dan disertifikasi.

Baca juga: Bus Sriwijaya, Kado Natal yang Hitam untuk Angkutan Penumpang Indonesia

Ia menambahkan, dengan uji kir semacam itu hanya akan menjadikan 'arisan nyawa' bagi penumpang angkutan/bus umum.

Selain itu, menurutnya harus ada sistem yang bisa memaksa agar pengemudi istirahat dalam mengemudi per 3-4 jam waktu mengemudi.

YLKI yakin, di era digital seperti sekarang, sangat mudah mengontrol dan memaksa pengemudi istirahat dalam menjalankan kendaraannya.

Baca juga: Fakta Lengkap Kecelakaan Bus Sriwijaya yang Tewaskan 27 Penumpang, Diduga Sopir Ngantuk hingga Tak Layak Jalan

"Sudah waktunya penumpang bus umum mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan saat menggunakan kendaraan umum. Negara bertanggung jawab untuk mewujudkan pelayanan bus umum yang selamat, aman dan nyaman. Bukan sebaliknya," tegasnya.

Tak lupa YLKI menyampaikan duka yang mendalam atas kecelakaan yang menimpa Bus Sriwijaya di Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel), yang hingga siang tadi tercatat menewaskan 27 orang penumpangnya.

"Ini adalah tragedi di saat masyarakat merayakan libur panjangnya," kata Tulus.

Baca juga: 8 Tempat Wisata Gratis untuk Libur Natal dan Tahun Baru di Jakarta

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X