Telusuri Penyebab Kecelakaan Bus Sriwijaya, Menhub Kerahkan KNKT

Kompas.com - 25/12/2019, 14:30 WIB
Proses evakuasi penumpang bus Sriwijaya yang jatuh ke jurang saat melintas di  di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Tengah , kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). Akibat kecelakaan tersebut 28 penumpang ditemukan tewas dan 13 lainnya mengalami luka-luka. HANDOUT/SAR PALEMBANGProses evakuasi penumpang bus Sriwijaya yang jatuh ke jurang saat melintas di di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Tengah , kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). Akibat kecelakaan tersebut 28 penumpang ditemukan tewas dan 13 lainnya mengalami luka-luka.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan mengerahkan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) untuk mencari penyebab kecelakaan maut Bus Sriwijaya di Pagar Alam, Sumatera Selatan, Senin (23/12/2019) malam.

"Kami sudah melakukan upaya insentif dengan menugaskan beberapa staff dari Dirjen Darat, terutama dari KNKT," ujar Budi saat ditemui di kompleks menteri Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (25/12/2019).

Budi juga menjelaskan pihaknya belum bisa memutuskan apakah akan memberikan sanksi atau tidak terhadap Perusahaan Otobus (PO) Sriwijaya, yang membawa penumpang di Pagar Alam tersebut.

Namun, jika memang terbukti PO tersebut tidak melakukan ramp check dan bus yang digunakan tak layak jalan, maka bisa dilakukan tindakan hukum.

Baca juga: YLKI Desak Kepolisian dan Kemenhub Usut Tuntas Kecelakaan Bus Sriwijaya

"Kalau memang mobil itu tidak di ramp check, ada suatu law enforcement yang tegas, mereka harus diatur," tutur Budi.

Sebagai informasi sampai dengan Rabu (25/12/2019), data terakhir menunjukkan 31 orang meninggal akibat kecelakaan tersebut.

Sebelumnya, kendaraan yang membawa lebih dari 50 penumpang tersebut melaju dari arah Kota Bengkulu yang mengarah ke Palembang.

Bus berangkat kurang lebih pukul 14.00 WIB dari pool. Saat melewati TKP tikungan Lematang Indah KM 9 kota Pagar Alam, mobil melaju dengan kecepatan tinggi menabrak dinding pembatas sehingga masuk ke jurang sedalam kurang lebih 150 meter dan jatuh ke tengah aliran sungai Lematang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X