Beras Bulog untuk BPNT Akan Disalurkan Awal 2020

Kompas.com - 26/12/2019, 21:21 WIB
Para buruh angkut menata beras hasil penyerapan dari petani di Gudang Beras Bulog Gadang, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (4/6/2010). KOMPAS / HENDRA A SETYAWANPara buruh angkut menata beras hasil penyerapan dari petani di Gudang Beras Bulog Gadang, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (4/6/2010).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, dan Perum Bulog tengah berkoordinasi membahas penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada warga pada 2020.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu),  Askolani mengatakan, rencananya beras Perum Bulog akan disalurkan untuk program BPNT di awal 2020.

"Jadi arahan Presiden untuk bisa beras Bulog itu dipakai di awal tahun 2020 untuk BPNT. Mulai Januari diharapkan Presiden bisa jalan di 3 bulan pertama, dan bisa maksimal dibanding tahun lalu," kata Askolani di Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Baca juga: Bulog: Beras untuk Bencana Alam Senilai Rp 39 Miliar Belum Dibayar

Askolani menuturkan, saat ini pemerintah masih mengumpulkan data dari Kementerian Sosial dan Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) sebagai penyalur terkait potensi beras yang bisa digunakan untuk BPNT.

Pasalnya saat ini, pemerintah masih belum memiliki angka yang pasti untuk penyaluran BPNT 2020 tersebut. Rencananya besaran penyaluran akan dikoordinasikan kembali dalam rapat koordinasi pangan pekan depan.

"Tadi sih Bulog masih belum punya angkanya. jadi dikasih (waktu) Pak Menko (Airlangga) seminggu lagi, paling enggak 2 minggu lagi lah," ucap Askolani.

Baca juga: Jadi Pengelola Bandara Komodo, Changi Bakal Investasi Rp 1,2 Triliun

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso membenarkan pihaknya masih berkoordinasi dengan kementerian soal data. Dia bilang, pengambilan data tergantung keputusan kementerian.

"Ya nanti tergantung menteri dari Menteri Sosial, ya mereka punya data. Nanti juga ambil dari Himbara. Berapa kekuatan Himbara untuk suplai itu. Harus sinkron datanya," ucap Budi.

Nantinya, pencairan dana untuk BPNT juga akan menunggu data dan angka dari koordinasi kementerian tersebut.

"Nanti tergantung itu. Jadi kebijakannya setelah itu pasti baru diputuskan next stepnya. Jadi Pak Menko belum putuskan next step-nya. Satu-satu dulu," pungkasnya.

Baca juga: Jajal MRT Jakarta, Menteri Jepang Lirik Koridor Timur-Barat

Seperti diketahui, Himbara melalui PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) alias LinkAja bakal mendistribusikan berbagai bansos di 2020, salah satunya BPNT. Implementasi distribusi bansos itu menggunakan fitur pengenalan wajah (face biometrik) pada 2020.

Untuk memperlancar distribusi, LinkAja bahkan telah melakukan simulasi di 3 kota selama tahun 2019, antara lain Sleman, Madiun, dan Penajem Paser Utara.

Distribusi bansos menggunakan teknologi digital ini dipilih agar pemberian bansos bisa tepat guna, tepat sasaran, dan tepat waktu dibanding proses distribusi bansos yang masih manual menggunakan kartu dan pin.

Baca juga: Buwas: Mafia Beras BPNT Raup Untung Rp 9 Miliar Per Bulan

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X