Pemerintah Incar Investor Asing Kembangkan 3 Bandara dan Proyek Rel KA

Kompas.com - 27/12/2019, 06:27 WIB
AP II terus berupaya memperluas konektivitas penerbangan dari Bandara Kualanamu AP IIAP II terus berupaya memperluas konektivitas penerbangan dari Bandara Kualanamu

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan selain Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), bakal ada beberapa proyek infrastruktur transportasi lain yang bakal dikembangkan dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha ( KPBU).

Beberapa proyek pengembangan infrasrtuktur yang sudah berada dalam proses lelang untuk adalah Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Bandara Sam Ratulangi di Manado, juga Bandara Singkawang.

Bandara Komodo sendiri merupakan bandara pertama yang bakal dikembangkan dengan skema KPBU tersebut.

"Kami ingin mulai dengan yang lain, termasuk yang dimiliki BUMN. Jadi Kualanamu kami akan buka untuk investasi juga, kerjasama seperti PPP (Public Private Partnership/KPBU), Sam Ratulangi di Manado dan yang ketiga adalah Singkawang," ujar Budi ketika memberi keterangan kepada awak media di Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Baca juga: Menang Tender, Konsorsium Cardig-Changi Bakal Kelola Bandara Komodo

Saat ini, untuk Bandara Kualanamu sendiri telah memasuki tahap final dari proses lelang, yaitu tahap pra kualifikasi.

Budi pun mengatakan, bakal lebih banyak investor asing yang berminat untuk mengembangkan bandara tersebut. P

asalnya, potensi untuk mengembangkan Bandara Kualanamu sangat besar. Saat ini saja, kapasitas penumpang bandara tersebut telah mencapai 10 juta penumpang per tahun.

Sementara untuk Bandara Sam Ratulangi masih dalam proses dan setidaknya masih butuh enam bulan hingga akhirnya investor yang berminat bakal diseleksi di tahap pra kualifikasi.

"Kami ingin turis dari India dan Timur Tengah masuk ke Kualanamu. Sedangkan Sam Ratulangi baru mulai melakukan suatu klarifikasi. Jadi dibutuhkan kurang lebih enam bulan pra kualifikasi, dengan penumpang yang sekarang sudah 4 juta ini akan menarik sekali," ujar dia.

Baca juga: Menang Tender, Konsorsium Cardig-Changi Bakal Kelola Bandara Komodo

Selain proyek bandara, Budi mengatakan, proyek rel kereta api di Sumatera Selatan serta proving ground atau pengujian ban di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) juga bakal dijalankan dengan skema KPBU.

Budi menyebut kebutuhan investasi untuk perluasan di Bandara Kualanamu sekitar Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun dan Bandara Sam Ratulangi Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun.

Sementara investasi di luar bandara seperti kereta api Rp 7 triliun sampai Rp 10 triliun dan proving ground sekitar Rp 2 triliun.

"Banyak lintasan kereta di Sumsel, bahkan dari Korea sudah minat untuk investasi. Jadi ini (Bandara Komodo) adalah pecah telur. Oleh karena itu kami minta dukungan Bu Menteri Keuangan agar proses ini berjalan, tidak bergantung sama APBN dan mengembangkan di seluruh Tanah Air," ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X