BI: Modal Asing ke Indonesia Capai Rp 266 Triliun, Rupiah Stabil

Kompas.com - 27/12/2019, 17:07 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo update perkembangan moneter terkini di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (22/11/2019) KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIGubernur BI Perry Warjiyo update perkembangan moneter terkini di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (22/11/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memastikan nilai tukar rupiah di pasar valuta asing (valas) sepanjang Januari hingga akhir tahun 2019 bergerak stabil. Stabilitas pergerakan rupiah ini dipengaruhi oleh aliran modal asing yang masuk (inflow) ke Indonesia yang mencapai Rp 266 triliun.

"Update mengenai perkembangan pasar valas, alhamdulillah rupiah stabil di sekitar Rp 13.950 terus naik Rp 13.955. Tapi alhamdulillah faktornya, pertama aliran modal asing masuk di tahun 2019 sampai 26 Desember totalnya Rp 226 triliun," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo, Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Adapun rinciannya, terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 171,6 triliun, saham Rp 48,9 triliun, obligasi korporasi Rp 2,9 triliun, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) Rp 2,6 triliun.

Baca juga: Pemerintah Incar Investor Asing Kembangkan 3 Bandara dan Proyek Rel KA

Sementara, aliran modal asing yang masuk selama sepekan terakhir hingga 26 Desember 2019 mencapai Rp 34,7 triliun. Terdiri dari saham Rp 2,53 triliun, SBN Rp 450 miliar, serta SBI Rp 400 miliar. Dari perolehan itu, menunjukkan minat investor terhadap pasar valas di Indonesia masih diminati.

"Jadi itu faktor pertama yang menjaga stabilitas eksternal nilai tukar kita karena aliran modal asing masuk. Dan ini menunjukkan confident, kepercayaan para investor pasar terhadap ekonomi Indonesia, baik kinerjanya maupun prospeknya," katanya.

Dan juga faktor lain yang memperkuat nilai tukar rupiah, melalui kredibilitas atau kebijakan-kebijakan yang ditempuh dari Bank Indonesia maupun pemerintah. Demikian juga, menjaga premi risiko Indonesia yang dinilai rendah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Edhy Persilakan Investasi Asing di Perikanan, tetapi...

Tercermin dalam premi kredit di pasar spot dan swap untuk Indonesia sebesar 61,01 basis point (bps).

"Ini sangat rendah tidak hanya dalam sejarah Indonesia tetapi juga dibandingkan dengan negara emerging lain sehingga itu menunjukkan bagaimana confident ke Indonesia," ucapnya.

Sementara proyeksi BI akan kinerja perekonomian Indonesia pada 2020 mendatang, optimistis lebih baik dari lima tahun terakhir.

"Kami perkirakan ekonomi tumbuh 5,1 sampai 5,5 persen, inflasi juga terkendali di sasaran 3 persen plus minus 1. Current account deficit (CAD) dikendalikan 2,5 sampai 3 persen, surplus neraca modal akan lebih dari defisit transaksi berjalan dan itu akan menjaga stabilitas eksternal dan cadangan devisa lebih baik," rinci Perry.

Baca juga: Wishnutama: Startup Asing Harus Investasi di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.