Cerita Mantan Dirut Jiwasraya: Masalah Datang Sebelum Dicari

Kompas.com - 27/12/2019, 18:20 WIB
Mantan Dirut Jiwasraya Asmawi Syam di Jakarta, Jumat (27/12/2019) Kompas.com/MUTIA FAUZIAMantan Dirut Jiwasraya Asmawi Syam di Jakarta, Jumat (27/12/2019)
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Direktur Utama Jiwasraya Asmawi Syam mengungkapkan beberapa masalah Jiwasraya ketika dirinya menjabat selama dua bulan di perusahaan asuransi pelat merah tersebut.

Meski singkat, Asmawi yang mulai efektif bekerja pada Agustus 2018 langsung dihadapkan pada masalah pelik yang mendera perseroan.

Pasalnya kala itu, Jiwasraya terancam gagal bayar lantaran terjadi ketidakseimbangan aset dan kewajiban pada neraca perusahaan.

Investasi yang dimiliki perusahaan tidak bisa dicairkan lantaran harga yang merosot dan tak lagi likuid.

Baca juga: Berkaca Kasus Century, Mungkinkah Pemerintah Bailout Jiwasraya?

"(Masalah) pertama ya itu pencairan. Ketika masuk saya dihadapkan pada masalah pencairan. Nggak sempet cari masalah, masalahnya datang sendiri. Saya melihat antara (polis) yang jatuh tempo dan yang harus dicairkan missmatch," ujar dia ketika ditemui di Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Hingga akhirnya pada Oktober 2018, Asmawi mengumumkan perseroan gagal bayar polis untuk produk JS Saving Plan sebesar Rp 802 miliar.

Asmawi mengatakan, sebagian besar aset portofolio Jiwasraya diletakkan di instrumen saham dan surat berharga yang memang sudah tak bisa lagi dicairkan.

Hal tersebut menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan.

Baca juga: Ini Langkah Erick Thohir Atasi Masalah Gagal Bayar Jiwasraya

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X