BKPM Yakin Realisasi Investasi 2019 Lampaui Target

Kompas.com - 28/12/2019, 07:02 WIB
kepala bkpm Bahlil Lahadalia di kemenperin Rina Ayu Larasatikepala bkpm Bahlil Lahadalia di kemenperin

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia memastikan bahwa realisasi investasi sepanjang 2019 telah mencapai target, bahkan melampaui target. 

Namun, dirinya enggan menyebutkan realisasi investasi pada kuartal IV 2019.

"Investasi 2019 secara keseluruhan sebesar Rp 729,3 triliun, apakah akan mencapai target atau tidak? Kami masuk di bulan Oktober, triwulan ketiga itu realisasi investasi Rp 601 triliun dari target Rp 729,3 triliun," papar Bahlil di Jakarta, Jumat (27/12/2019) malam.

"Bagaimana posisi sekarang 31 Desember, kami pastikan realisasi investasi 2019 melampaui target, baik FDI (Foreign Direct Investment) maupun dalam negerinya," sambungnya.

Baca juga: Realisasi Investasi, Kepala BKPM: Utang Saya Masih Rp 500 Triliun Lebih...

Sementara itu, BKPM juga akan meningkatkan peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia 2020 mendatang.

Caranya dengan memangkas banyak regulasi yang selama ini dianggap menghambat. Saat ini, EoDB Indonesia di peringkat ke-73 di dunia.

"Kemudahan investasi kita sekarang di peringkat ke-73. Target kita adalah minimal peringkat 50. Kita sekarang sudah melakukan perubahan mendasar sekali dengan memangkas prosedur yang menghambat," katanya.

Baca juga: Pemerintah Godok Strategi Dongkrak Kemudahan Berusaha di RI

Bahlil menyebut, ada sekira 1.500 beleid menteri yang selama ini dianggap menghambat proses perizinan dan mempengaruhi investasi ke Indonesia.

"Kita di BKPM telah menghitung 1.500 SK Menteri yang menghambat proses perizinan yang berdampak pada kemudahan investasi. Sekarang 1.500 kita pangkas jadi 298 yang sekarang kita perjuangkan harus selesai di awal Januari 2020," ucapnya.

Meski begitu, BKPM tetap yakin perekonomian Indonesia pada 2020 nanti akan semakin membaik seiring kemudahan berinvestasi yang menjadi fokus Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai dibenahi.

"Menurut kami ke depan, pertumbuhan ekonomi akan kuat kalau investasi akan terealisasi dengan baik, baik lewat FDI maupun dalam negeri," harapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.