Impor Sepeda dari China Marak, Produsen Domestik Menjerit

Kompas.com - 30/12/2019, 06:09 WIB
Ilustrasi sepeda parkir di Kuningan City, Jakarta Kompas.com/Josephus PrimusIlustrasi sepeda parkir di Kuningan City, Jakarta

Hal lain yang dikhawatirkan ialah sepeda impor dengan kualitas buruk yang akan merusak pandangan orang terhadap sepeda, khususnya sepeda anak-anak.

"Polygon sudah pernah bicara mengenai safeguard, tetapi menurut kami yang paling penting adalah adanya pengawasan lebih ketat ketika sepeda di impor yang nilainya tidak wajar," ujarnya.

Baca juga: 10.000 Sepeda United Bike Diekspor ke Spanyol Senilai 852.000 Dollar AS

Meski sudah ada upaya menjaga kualitas dengan SNI tetapi menurut William di lapangan masih banyak pelanggaran sehingga yang paling dirugikan adalah konsumen.

Selain Polygon, produsen sepeda lain PT Roda Maju Bahagia selaku produsen sepeda merek Element MTB, police bike, Camp, Ion, dan Capriolo juga mengakui merasakan dampak impor sepeda dari China.

CEO Roda Maju Bahagia, Hendra menyatakan kesulitan membangun pabrik karena biaya ekspansi jadi terbatas.

"Hal ini disebabkan biaya masuk untuk sparepart dan sepeda impor sama saja. Beda dengan 2018 saat masih ada selisih sekitar 10 persen," ujarnya.

Meski sulit, Roda Maju Bahagia telah menyiapkan cara untuk tetap menjaga pangsa pasarnya dan menghadapi impor sepeda dari China.

Hendra bilang, perusahaan memproduksi sepeda dengan kualitas yang lebih baik dari yang diimpor dari negeri Panda tersebut.

Sebab kalau dibuat dengan kualitas yang sama, otomatis cost lebih besar dan pasar sudah makin sempit.

"Jadi kami segmen Roda Maju Bahagia untuk kelas menengah ke atas dan menjamin kualitasnya," katanya. (Arfyana Citra Rahayu)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Maraknya impor sepeda dari China, Produsen domestik menjerit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.