MAX 8 Menjadi Lembar Penutup bagi Serial Boeing 737

Kompas.com - 30/12/2019, 06:38 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

BERITA mutakhir yang diterima dari Amerika Serikat, Pabrik Pesawat Terbang Boeing akan menghentikan (untuk sementara) proses produksi dari B-737 MAX 8 menyusul dua kecelakaan fatal di Indonesia dan di Ethiopia.

Setelah menyusuri perjalanan yang cukup panjang pasca dua kecelakan tersebut sebenarnya Boeing sudah selesai dengan proses penyempurnaan MAX 8 yang dikenal salah satunya sangat berhubungan erat dengan “masalah” MCAS. (Maneuvering Characteristic Augmentation System)

Bulan Desember adalah jadwal penyelesaian akhir dari penyempurnaan MCAS dan di Januari sudah di plot sebagai waktu yang tepat untuk “mengudarakan” kembali seluruh Pesawat B-737 MAX 8.

Boeing merencanakan, akan tetapi irama perencanaan dari Boeing ternyata tidak selaras dengan proses pengambilan keputusan di FAA, Federal Aviation Administration, otoritas penerbangan Amerika Serikat. Sikap FAA dalam masalah MCAS telah membuat Boeing tidak dapat lanjut dengan rencana awalnya.

Baca juga: Boeing Akhirnya Pecat Dennis Muilenburg dari CEO

Sampai di sini tidak diketahui tentang bagaimana nasib dan masa depan dari pesawat Boeing-737 MAX 8. Justru kabar yang berkembang selanjutnya adalah “dipecat”nya Sang CEO Boeing Dennis Muilenberg yang digantikan oleh David Calhoun.

Tidak dapat dihindari bahwa Boeing akan mengalami kerugian besar dengan dihentikannya produksi MAX 8 ini, akan tetapi harus di akui pula bahwa keputusan menghentikan produksi MAX 8 adalah sebuah keputusan yang terbaik dari sekian banyak alternatif yang dapat dipilih pada saat ini.

Perkembangan teknologi dan persaingan pasar

Menjadi sangat menarik bila kita coba menelusuri bagaimana teknologi penerbangan yang mempengaruhi romantika persaingan pasar dunia antara Amerika Serikat dan Eropa.

Di permukaan terlihat sekali bagaimana persaingan ketat antara Boeing dengan Airbus yang sebenarnya telah dimulai terlebih dahulu antara Boeing dengan konsorsium pabrik pesawat Uni Eropa yang belakangan terhimpun bersatu untuk menguatkan diri menjadi Airbus.

Sejak pesawat Boeing mulai terlihat merajai pasar dunia, terutama setelah diluncurkannya pesawat Jumbo Jet B-747 yang menguasai angkutan udara global, maka Industri penerbangan Eropa berkonsentrasi sekuat tenaga untuk membuat “saingan” pesawat terbang angkut yang dapat mengalahkan pasar pesawat-pesawat Boeing.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Whats New
Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Earn Smart
Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Whats New
Soal Redenominasi, Sri Mulyani: Itu Selalu Ada di Dalam Prolegnas

Soal Redenominasi, Sri Mulyani: Itu Selalu Ada di Dalam Prolegnas

Whats New
Akhir Kasasi Sengketa Merek Eiger...

Akhir Kasasi Sengketa Merek Eiger...

Whats New
Petinggi Bank-bank Papan Atas Nasional Temui Menko Perekonomian, Apa yang Dibahas?

Petinggi Bank-bank Papan Atas Nasional Temui Menko Perekonomian, Apa yang Dibahas?

Whats New
Erick Thohir: Saya Lihat Vaksin Corona Belum Bisa Ditemukan dalam Waktu Singkat

Erick Thohir: Saya Lihat Vaksin Corona Belum Bisa Ditemukan dalam Waktu Singkat

Whats New
Agar Transaksi Tetap Aman Selama PSBB Transisi, Bagaimana Caranya?

Agar Transaksi Tetap Aman Selama PSBB Transisi, Bagaimana Caranya?

Whats New
Beberapa Sektor Membaik, Penerimaan Pajak Masih Jeblok 12 Persen

Beberapa Sektor Membaik, Penerimaan Pajak Masih Jeblok 12 Persen

Whats New
Bandingkan dengan Turki, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Relatif Stabil

Bandingkan dengan Turki, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Relatif Stabil

Whats New
Menkop Teten: Ekspor Produk UMKM Naik Sebesar 14 Persen

Menkop Teten: Ekspor Produk UMKM Naik Sebesar 14 Persen

Whats New
Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan, Pembangunan Tol Cibitung-Cilincing Capai 74 Persen

Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan, Pembangunan Tol Cibitung-Cilincing Capai 74 Persen

Whats New
Sri Mulyani: Penerimaan Negara -9,8 Persen Semester I 2020

Sri Mulyani: Penerimaan Negara -9,8 Persen Semester I 2020

Whats New
Klaim Jaminan Hari Tua BP Jamsostek Naik 4 Kali Lipat, Kenapa?

Klaim Jaminan Hari Tua BP Jamsostek Naik 4 Kali Lipat, Kenapa?

Whats New
Garuda Indonesia Berharap Dana Talangan Pemerintah Rp 8,5 Triliun Segera Direalisasikan

Garuda Indonesia Berharap Dana Talangan Pemerintah Rp 8,5 Triliun Segera Direalisasikan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X