Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

MAX 8 Menjadi Lembar Penutup bagi Serial Boeing 737

Kompas.com - 30/12/2019, 06:38 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

BERITA mutakhir yang diterima dari Amerika Serikat, Pabrik Pesawat Terbang Boeing akan menghentikan (untuk sementara) proses produksi dari B-737 MAX 8 menyusul dua kecelakaan fatal di Indonesia dan di Ethiopia.

Setelah menyusuri perjalanan yang cukup panjang pasca dua kecelakan tersebut sebenarnya Boeing sudah selesai dengan proses penyempurnaan MAX 8 yang dikenal salah satunya sangat berhubungan erat dengan “masalah” MCAS. (Maneuvering Characteristic Augmentation System)

Bulan Desember adalah jadwal penyelesaian akhir dari penyempurnaan MCAS dan di Januari sudah di plot sebagai waktu yang tepat untuk “mengudarakan” kembali seluruh Pesawat B-737 MAX 8.

Boeing merencanakan, akan tetapi irama perencanaan dari Boeing ternyata tidak selaras dengan proses pengambilan keputusan di FAA, Federal Aviation Administration, otoritas penerbangan Amerika Serikat. Sikap FAA dalam masalah MCAS telah membuat Boeing tidak dapat lanjut dengan rencana awalnya.

Baca juga: Boeing Akhirnya Pecat Dennis Muilenburg dari CEO

Sampai di sini tidak diketahui tentang bagaimana nasib dan masa depan dari pesawat Boeing-737 MAX 8. Justru kabar yang berkembang selanjutnya adalah “dipecat”nya Sang CEO Boeing Dennis Muilenberg yang digantikan oleh David Calhoun.

Tidak dapat dihindari bahwa Boeing akan mengalami kerugian besar dengan dihentikannya produksi MAX 8 ini, akan tetapi harus di akui pula bahwa keputusan menghentikan produksi MAX 8 adalah sebuah keputusan yang terbaik dari sekian banyak alternatif yang dapat dipilih pada saat ini.

Perkembangan teknologi dan persaingan pasar

Menjadi sangat menarik bila kita coba menelusuri bagaimana teknologi penerbangan yang mempengaruhi romantika persaingan pasar dunia antara Amerika Serikat dan Eropa.

Di permukaan terlihat sekali bagaimana persaingan ketat antara Boeing dengan Airbus yang sebenarnya telah dimulai terlebih dahulu antara Boeing dengan konsorsium pabrik pesawat Uni Eropa yang belakangan terhimpun bersatu untuk menguatkan diri menjadi Airbus.

Sejak pesawat Boeing mulai terlihat merajai pasar dunia, terutama setelah diluncurkannya pesawat Jumbo Jet B-747 yang menguasai angkutan udara global, maka Industri penerbangan Eropa berkonsentrasi sekuat tenaga untuk membuat “saingan” pesawat terbang angkut yang dapat mengalahkan pasar pesawat-pesawat Boeing.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.