Jokowi Ingin B50 di 2021, Ini Kekhawatiran Pengusaha Truk

Kompas.com - 30/12/2019, 09:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah memberlakukan implementasi program bahan bakar B30, atau solar dengan kandungan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) 30 persen.

Di tahun-tahun berikutnya, kandungan minyak nabati pada solar bahkan akan terus ditingkatkan. Adapun tujuan dari penerapan program B30 sendiri ialah untuk menyelesaikan masalah defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan (CAD), serta membuat udara Indonesia lebih bersih.

Kendati demikian, menurut Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, pihaknya khawatir jika pemerintah terlalu tergesa-gesa dalam program B30 kemudian B40, dan seterus B50.

Saat ini saja, kata dia, banyak pemilik truk yang masih harus menyesuaikan kondisi mesin pada solar jenis B30.

"Kita belum tahu ya bagaimana ke depan, ini B30 saja kita harus menyesuaikan banyak, seperti harus servis lebih cepat, belum lagi harus sering-sering ganti filter solar," kata Gemilang kepada Kompas.com, Senin (30/12/2019).

Terkait waktu servis truk yang lebih cepat setelah menggunakan B30, sambungnya, masih relatif terjangkau bagi pengusaha truk. Jika ditambah lagi kandungan CPO dalam solar, dia berharap pemerintah tak tergesa-gesa.

Baca juga: Mulai 2020, 5 Provinsi Ini Pakai B30

"B30 itu mempercepat umur servis mesin. Jadi kita harapkan janganlah (tergesa-gesa). Teknlogi mesinnya dulu menyesuaikan, kalau mesinnya semakin canggih sih nggak masalah kalau campurannya (nabati) semakin besar pada solar," ujarnya.

Dia berharap, kalau memang tetap ingin menaikkan kandungan minyak nabati pada solar, pemerintah perlu mendesak produsen kendaraan mempercepat penyesuaian teknologi mesin truk.

"Ini kan kaitannya juga sama produsen kendaraan. Bukan nggak perlu tergesa-gesa, tapi sedikitlah perlu kajian teknologi. Sehingga tidak jadi masalah, kan kasihan kita pemilik truk kalau mesinnya korosi karena terlalu banyak air," jelas Gemilang.

B50 di 2021

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan percepatan implementasi program biodiesel 30 persen atau B30 pada Senin (23/12/2019).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Luhut Berhasil Lobi CATL agar Mau Investasi Rp 550 Triliun Bangun Ekosistem Mobil Listrik RI

Cerita Luhut Berhasil Lobi CATL agar Mau Investasi Rp 550 Triliun Bangun Ekosistem Mobil Listrik RI

Whats New
Stok Makin Tipis, Pedagang Beras Cipinang Desak Pemerintah Lakukan Impor

Stok Makin Tipis, Pedagang Beras Cipinang Desak Pemerintah Lakukan Impor

Whats New
[POPULER MONEY] Koperasi Pasar Induk Cipinang Bantah Klaim Stok Beras Kementan | Pembangunan IKN Nusantara Dikebut

[POPULER MONEY] Koperasi Pasar Induk Cipinang Bantah Klaim Stok Beras Kementan | Pembangunan IKN Nusantara Dikebut

Whats New
 Wamenkeu Minta Bank Permudah Akses Kredit Buat Produk Dalam Negeri

Wamenkeu Minta Bank Permudah Akses Kredit Buat Produk Dalam Negeri

Whats New
Mengenal Apa Itu Impor: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya

Mengenal Apa Itu Impor: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya

Earn Smart
Cara Mengambil Uang di ATM BCA dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Cara Mengambil Uang di ATM BCA dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Spend Smart
Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Whats New
Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Whats New
Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Rilis
Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Whats New
Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Whats New
Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Whats New
Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Whats New
Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Whats New
Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.