Jumlah Investor Naik, Sri Mulyani Puji BEI

Kompas.com - 30/12/2019, 20:33 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Menko Polhukam Mahfud MD usai acara di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaMenteri Keuangan Sri Mulyani bersama Menko Polhukam Mahfud MD usai acara di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) di Indonesia masih dinilai baik dibandingkan negara-negara lainnya.

Malah, pencatatan perusahaan baru di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami peningkatan. Tak hanya itu, jumlah investor pasar modal pun mengalami peningkatan pada tahun 2019.

"Di tengah bursa efek negara lain yang mencatatkan pertumbuhan negatif, IHSG masih mampu tumbuh positif di sepanjang 2019. Jumlah investor 2,4 juta investor tumbuh 40 persen dibandingkan 2018. Itu kinerja yang sangat impresif," katanya sembari memuji, dalam penutupan IHSG di Gedung BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019).

Baca juga: Penutupan IHSG Akhir Tahun, Harapan Sri Mulyani Pupus

Sementara itu, BEI mencatat peningkatan jumlah investor saham yang meningkat 30 persen menjadi 1,1 juta investor saham berdasarkan Single Investor Identification (SID).

Sampai saat ini jumlah total investor di Pasar Modal meliputi investor saham, reksa dana, dan surat utang telah mencapai 2,48 juta investor (SID) atau naik lebih dari 50 persen dari tahun 2018 yakni sebanyak 1,62 juta investor.

"Selain itu, sepanjang tahun 2019, terdapat 55 Perusahaan Tercatat saham baru, dan merupakan aktivitas pencatatan saham baru (IPO saham) tertinggi di antara bursa-bursa di kawasan Asia Tenggara dan peringkat 71 di dunia. Total jumlah Perusahaan Tercatat saham di BEI di penghujung tahun 2019 mencapai 668 perusahaan," jelas Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi dalam kesempatan serupa.

Baca juga: Gara-gara Bea Masuk Barang E-commerce, Sri Mulyani Dapat Petisi

Selanjutnya, aktivitas pencatatan efek di BEI di tahun 2019 juga diikuti oleh 14 pencatatan Exchange Traded Fund (ETF) baru, 2 Efek Beragun Aset (EBA), 2 Obligasi Korporasi Baru (diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat yang baru pertama kali mencatatkan efeknya di bursa).

Kemudian, 2 Dana Investasi Real Estate Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DIRE-KIK) dan satu Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DINFRA).

"Dengan demikian, terdapat 76 pencatatan efek baru di BEI sepanjang tahun 2019, atau melebihi dari target 75 pencatatan efek baru yang direncanakan," katanya.

Aktivitas perdagangan BEI di tahun 2019, juga mengalami peningkatan yang tercermin dari kenaikan rata-rata frekuensi perdagangan yang tumbuh 21 persen menjadi 469.000 kali per hari dan menjadikan likuiditas perdagangan saham BEI lebih tinggi diantara bursa-bursa lainnya di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: Pesan Keberagaman Sri Mulyani di Hari Natal

Pada periode yang sama, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) turut meningkat 7 persen menjadi Rp 9,1 triliun dibandingkan tahun 2018 yang sebesar Rp 8,5 triliun.

Sampai dengan November 2019, terdapat 66.247 investor syariah atau tumbuh 49 persen dibandingkan tahun 2018, serta terdapat 429 saham kategori syariah dengan kapitalisasi saham syariah mencapai Rp 3.767 triliun pada 27 Desember 2019 (52 pesen dari total kapitalisasi pasar saham BEI sebesar Rp 7.299 triliun).

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X