Kementan Prediksi Nilai Konsumsi Pangan Naik di 2020

Kompas.com - 31/12/2019, 18:16 WIB
Ilustrasi beras KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi beras

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian memproyeksikan kenaikan nilai konsumsi pada tahun 2020 seiring bertambahnya populasi di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi di Toko Tani Indonesia Center, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (31/12/2019).

"Proyeksi kita pasti ada peningkatan sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Kemudian ada gejolak-gejolak peningkatan biasanya pada hari besar keagamaan," kata Agung.

Baca juga: Pengentasan Daerah Rawan Pangan Jadi Fokus Mentan dalam 100 Hari Kerja

Agung menyebutkan, pada hari besar seperti Idul Fitri akan terjadi kenaikan 5 persen sampai 10 persen. Untuk tahun baru dan Natal kenaikan nilai konsumsin sebesar 5 persen sampai 7 persen. Sedangkan saat imlek sebesar 3 persen.

Namun demikian, ia sudah menyiapkan langkah antisipasi. Sejauh ini menurutnya stok beras sudah lebih dari cukup, yakni dengan total stok sampai dengan 4,7 juta ton.

"Tapi Kementan menyiapkan langkah antisipasi. Antisipasi pertama adalah bagaimana setiap penduduk di Indonesia tidak kelaparan dimana total standing stok kita per hari ini ada 4,7 juta ton," ungkap Agung.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Mentan: Stok Beras Aman!

Lebih lanjut Agung menyebut, stok beras Bulog mencukupi untuk konsumsi yakni 2,5 juta ton. Jika ingin memiliki stok beras, maka produksi harus ditingkatkan menjadi 3 juta ton.

"Produksi beras kita kalau sebulan kita sekitar 2,5 juta ton. Minimal kita harus memiliki produksi 3 juta ton. Nah, hari ini sampai dengan 31 Desember cadangan di Bulog 2,1 juta ton," jelasnya.

Ia merincikan, data yang ia peroleh di lapangan menunjukkan akumulasi stok beras yang sangat mencukupi yang tersebar melalui sentra penggilingan, pusat pasar dan pedagang.

"Saya juga punya data di penggilingan ada 1,5 juta ton. Kemudian di pedagang dan di pasar-pasar ada juga cadangan. Kita punya 1.000 orang di pasar yang melaporkan jumlahnya yang kini ada 1,1 juta ton. Jadi kalau ditotal ada sebetulnya standing stok kita hari ini 4,7 juta ton," tegasnya.

Baca juga: Dua Komoditas Pertanian Ini Harganya Naik di Akhir Tahun

Data konsumsi beras untuk seluruh Indonesia adalah 2,5 juta ton per bulan. Jumlah tersebut mencukupi sebanyak 260 juta penduduk di Indonesia.

Sementara untuk konsumsi bawang merah sebanyak 100.000 ton dan cabai 110.000 ton.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X