Kementan Bangun Toko Tani Center di Papua dan Riau Pada 2020

Kompas.com - 31/12/2019, 22:02 WIB
Petugas menjelaskan kegiatan di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Jalan Sam Ratulangi, Makassar, Sulsel. Setiap hari beras produksi gabungan kelompok tani setempat terjual hingga 50 kilogram. Foto diambil Selasa (14/11/2017). Josephus PrimusPetugas menjelaskan kegiatan di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Jalan Sam Ratulangi, Makassar, Sulsel. Setiap hari beras produksi gabungan kelompok tani setempat terjual hingga 50 kilogram. Foto diambil Selasa (14/11/2017).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) bakal bangun Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Papua dan Riau pada 2020. Hal ini dilakukan untuk memudahkan distribusi pangan murah di kawasan tersebut.

"Yang belum ada itu di Papua, itu akan kami dirikan tahun depan sama di Kepulauan Riau juga akan kami dirikan tahun depan (TTIC)," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi di Toko Tani Indonesia Center, Pasar Minggu, Jakarta Selayan, Selasa (31/12/2019).

TTIC merupakan bentuk penjualan bahan pokok dengan harga murah atau pasar murah. TTIC merupakan program pemerintah untuk memangkas rantai pasok komoditas, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Baca juga: Kementan Prediksi Nilai Konsumsi Pangan Naik di 2020

Agung menyebutkan saat ini sudah ada 32 provinsi yang mempunyai TTIC, termasuk TTIC yang ada di Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Namun demikian, Agung mengaku fokus pada penjualan di TTIC agar produk lebih banyak diserap masyarakat. Selain itu penggunaan teknologi dalam pemasaran juga dinilai penting.

"Tadi sudah ada 32 kan, kita punya 34 provinsi. Tetapi yang kami akan dorong adalah satu meningkatkan jumlah penjualannya. Kedua adalah penggunaan teknologi," jelas Agung.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tutup Tahun, Rupiah Perkasa

Teknologi yang dimaksud oleh Agung adalah teknologi digital atau penjualan melalui e-commerce. Menurutnya dengan menggunakan e-commerce, maka akan memotong rantai pasok dan mengurangi biaya.

Agung menilai penjualan di TTIC dengan e-commerce tidak akan menggerus pendapatan dari usaha pasar tradisional. Justru dengan e-commerce maka pedagang bisa bersaing dan menyesuaikan keutamaan teknologi.

"Sekarang tujuan kita bukan menggerus pasar tradisional," kata dia.

Baca juga: Sah, Mulai Besok Harga Rokok Naik 35 Persen, Ini Rinciannya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belanja Hemat Akhir Pekan, Manfaatkan Promo Indomaret Selama 3 Hari

Belanja Hemat Akhir Pekan, Manfaatkan Promo Indomaret Selama 3 Hari

Whats New
ICAEW Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen pada 2021

ICAEW Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen pada 2021

Whats New
Kasus Covid-19 Melonjak, PNS Dilarang Cuti Saat Libur Nasional

Kasus Covid-19 Melonjak, PNS Dilarang Cuti Saat Libur Nasional

Whats New
Sedang Cari Lowongan Pekerjaan? Segera Kunjungi Digital Career Expo 2021

Sedang Cari Lowongan Pekerjaan? Segera Kunjungi Digital Career Expo 2021

Rilis
Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 Direvisi Lagi, Apa Saja Yang Diganti ?

Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 Direvisi Lagi, Apa Saja Yang Diganti ?

Whats New
Pertamina Group Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Pertamina Group Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Kemnaker Gagalkan Pengiriman 11 Pekerja Migran Ilegal

Kemnaker Gagalkan Pengiriman 11 Pekerja Migran Ilegal

Rilis
Menaker Sebut Upah Buruh Turun 5,2 Persen Selama Pandemi Covid-19

Menaker Sebut Upah Buruh Turun 5,2 Persen Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Bangun PLTA di Sumbar, PLN Dapat Dana Hiba Rp 20,55 dari Perancis

Bangun PLTA di Sumbar, PLN Dapat Dana Hiba Rp 20,55 dari Perancis

Whats New
Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Whats New
Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Whats New
Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Whats New
[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

Rilis
IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

Whats New
Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X