Kompas.com - 01/01/2020, 08:21 WIB
Ilustrasi rokok ShutterstockIlustrasi rokok

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Soeseno memprediksi jumlah jumlah pembeli rokok bakal berkurang di tahun 2020 ini.

"Ya bakal kurang (pembelinya), tapi untuk pengurangannya berapa persen belum bisa dipastikan," kata Soeseno kepada Kompas.com, Selasa (31/12/2019).

Untuk memastikan tingkat pengurangan pembeli rokok, menurut Soeseno butuh waktu mengingat kenaikan harga rokok baru saja ditetapkan awal tahun ini.

"Nanti Agustus-September itu baru nanti mulai terlihat, kira-kira Januari sampai Agustus ini bagaimana dampak penjualan rokoknya," kata Soeseno.

Baca juga: Malam Tahun Baru, Harga Rokok Sudah Naik

Soeseno menyebutkan jika terjadi pengurangan pembelian otomatis penyerapan petani tembakau akan berkurang. Hal ini sekaligus mengurangi pendapatan dan juga kesejateraan petani tembakau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau memang penjualannya turun maka pabrik akan mengurangi penyerapan bahan baku dan ini berdampak pada petani. Karena rokok semakin mahal, konsumen enggak mampu beli. Omset (perusahaan rokok) turun. Berarti serapan turun, itu akan terlihat. Kalau sekarang belum musim tembakau," katanya.

Namun demikian, di sisi lain ada kemungkinan perusahaan rokok memiliki kebijakan sendiri agar produknya tetap laku di pasaran.

"Kalau pemerintah sudah menetapkan. Tapi kan pabriknya punya kebijakan agar rokoknya laku dipasaran. Mungkin saja ada semacam subsidi sehingga harga rokok masih bisa tetap terjangkau," tegasnya.

Baca juga: Sah, Mulai Besok Harga Rokok Naik 35 Persen, Ini Rinciannya

Pemerintah memutuskan menaikkan tarif cukai rokok efektif per 1 Januari 2020. Kenaikan cukai ini merupakan hasil rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, September 2019 lalu.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menetapkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23 persen. Imbasnya ada kenaikan harga jual eceran (HJE) sebesar 35 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kewajiban Pajak atas Penghasilan dari Uang Kripto

Ada Kewajiban Pajak atas Penghasilan dari Uang Kripto

Whats New
Menko Airlangga Sebut RI Mampu Tangani Pandemi dan Pemulihan Ekonomi secara Seimbang

Menko Airlangga Sebut RI Mampu Tangani Pandemi dan Pemulihan Ekonomi secara Seimbang

Rilis
Gandeng TFAS dan Volta, SiCepat Ekspres Borong 10.000 Motor Listrik

Gandeng TFAS dan Volta, SiCepat Ekspres Borong 10.000 Motor Listrik

Rilis
Pertamina: Stok BBM dan Elpiji Sangat Aman Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Pertamina: Stok BBM dan Elpiji Sangat Aman Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Rilis
Bos Pertamina Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia Versi Forbes

Bos Pertamina Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia Versi Forbes

Whats New
7 Insiden Proyek Kereta Cepat: Pipa Meledak hingga Tiang Pancang Roboh

7 Insiden Proyek Kereta Cepat: Pipa Meledak hingga Tiang Pancang Roboh

Whats New
Deretan 6 Kilang Minyak Terbesar di Dunia

Deretan 6 Kilang Minyak Terbesar di Dunia

Whats New
Sebelum Putuskan Investasi Berjangka Komoditi, Simak 7 Langkah Ini

Sebelum Putuskan Investasi Berjangka Komoditi, Simak 7 Langkah Ini

Whats New
Indonesia Menanggung Utang dari Proyek Kereta Cepat, Berapa Triliun?

Indonesia Menanggung Utang dari Proyek Kereta Cepat, Berapa Triliun?

Whats New
Di Akhir 2021, Tren Positif Pertumbuhan Kredit Diprediksi Berlanjut

Di Akhir 2021, Tren Positif Pertumbuhan Kredit Diprediksi Berlanjut

Whats New
Bangun Usaha Kerajinan Kulit, Rosyanah Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah Per Bulan

Bangun Usaha Kerajinan Kulit, Rosyanah Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah Per Bulan

Smartpreneur
Terlilit Utang Menggunung, Ini Strategi Angkasa Pura I untuk Bertahan

Terlilit Utang Menggunung, Ini Strategi Angkasa Pura I untuk Bertahan

Whats New
Belanja Online Dongkrak Penggunaan Voucher Digital Saat Pandemi

Belanja Online Dongkrak Penggunaan Voucher Digital Saat Pandemi

Whats New
Dirut BSI: Selama Pandemi, Perbankan Syariah Tumbuh Lebih di Atas Perbankan Konvensional

Dirut BSI: Selama Pandemi, Perbankan Syariah Tumbuh Lebih di Atas Perbankan Konvensional

Whats New
Apa Itu Bitcoin: Pengertian, Harga, dan Cara Kerjanya

Apa Itu Bitcoin: Pengertian, Harga, dan Cara Kerjanya

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.