Bandara Halim Lumpuh, Penerbangan Dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta

Kompas.com - 01/01/2020, 11:36 WIB
Bandara Halim Perdanakusuma, Rabu (1/1/2020) Dok. Direktorat Jenderal Perhubungan UdaraBandara Halim Perdanakusuma, Rabu (1/1/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta di awal tahun ini mengakibatkan aktivitas penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta lumpuh.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti mengatakan untuk alasan keamanan dan keselamatan, aktivitas penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

Sejumlah penerbangan dengan keberangkatan dari dan dengan tujuan Bandara Udara Halim Perdanakusuma dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta.

“Untuk alasan keamanan dan keselamatan, aktivitas di Halim Perdanakusuma kita tutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Semua penerbangan dari Halim dialihkan ke Soetta (CGK),” ungkap Polana, melalui siaran media, Rabu (1/1/2020).

Baca juga: Imbas Banjir, Ini Penyesuaian Perjalanan KRL Hari Ini

Kondisi terkini di Bandara Halim Perdanakusuma, air menggenang landas pacu atau runway setinggi 30 cm.

Area bandara yang tergenang kurang lebih 500 meter. Banjir juga menggenangi area di luar bandara yang membuat penumpang sulit untuk mengakses ke Bandara Udara Halim Perdanakusuma.

"Sesuai dengan Notam (Notice to Airmen) Nomor A0002/20 yang menyebutkan saat ini terjadi standing water di landasan pacu Bandar Udara Halim Perdanakusuma," jelas Polana

Polana mengatakan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus memantau situasi di seluruh bandara dan mengambil langkah-langkah tepat sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengantisipasi dampak dari perubahan cuaca yang diperkirakan akan terjadi hingga bulan Februari.

Baca juga: Tahun Baru, Banjir Masuk Tol, Jakarta Lumpuh

Perubahan cuaca memungkinkan adanya penundaan jadwal penerbangan (delay) dan pengalihan bandara tujuan pendaratan pesawat (divert).

Polana berharap agar para pengguna jasa transportasi udara dapat memaklumi jika adanya penundaan dan divert akibat perubahan cuaca.

“Cuaca ekstrim dan hujan lebat memungkinkan terjadinya delay dan divert penerbangan. Untuk kepentingan penerbangan yang selamat, aman, dan nyaman, saya berharap penumpang dapat memaklumi jika ada delay dan divert akibat cuaca buruk. Semua demi kepentingan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan kita semua,” tutup Polana.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X