Pertamina Dapat Jatah Salurkan BBM Bersubsidi 26,6 juta KL di 2020

Kompas.com - 01/01/2020, 17:00 WIB
Ilustrasi BBM. (ABC/Nic MacBean) Ilustrasi BBM. (ABC/Nic MacBean)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) mendapat jatah menyalurkan BBM bersubsidi sebesar 26,6 juta kiloliter (KL) di 2020.

Jumlah tersebut terdiri dari BBM Bersubsidi jenis Solar sebesar 15,076 juta KL, BBM Bersubsidi jenis Minyak Tanah sebesar 560.000 KL, dan BBM Penugasan jenis Premium sebanyak 11 juta KL.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, BBM Bersubsidi akan disalurkan kepada 5.726 lembaga penyalur eksisting, 13 lembaga penyalur yang sedang persiapan (on progress) dan 160 lembaga penyalur BBM Satu Harga.

Baca juga: Menteri ESDM Tegaskan BBM Bersubsidi Tidak Naik

“Pertamina bersama masyarakat bisa sama-sama mengawal BBM bersubsidi ini agar lebih tepat sasaran. Pertamina juga berkomitmen pada 2020 untuk menerapkan digitalisasi SPBU, sehingga seluruh transaksi di SPBU bisa termonitor dengan akurat,” ujar Nicke dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/1/2020).

Nicke menambahkan, integrasi digitalisasi yang diterapkan oleh Pertamina sudah dilakukan secara bertahap mulai dari Terminal BBM hingga SPBU seperti pemasangan ATG (Automated Tank Gauge) di Terminal BBM (TBBM) dan di SPBU.

ATG adalah alat untuk mengukur volume cairan di tangki penyimpanan BBM baik di TBBM dan tangki pendam di SPBU sehingga tidak perlu di ukur secara manual, mencegah human eror dan fraud.

Saat ini sudah ada 621 tangki yang menggunakan ATG di seluruh terminal BBM.

Baca juga: BPK: Tidak Sepantasnya Pertamina Untung Besar dari Jualan BBM Bersubsidi

Tidak hanya ATG, Digitalisasi di Terminal BBM juga sudah menerapkan program digitalisasi berupa New Gantry Sistem yaitu modernisasi sistem pengisian mobil tangki, program MS2 atau program pemesanan order pihak SPBU ke Pertamina menggunakan SMS atau mobile app.

Ada juga automation truck scheduling, yaitu sistem yang digunakan untuk penugasan mobil tanki. Selain itu  ada sistem ODI (online delivery info) yaitu aplikasi yang bisa di akses oleh  SPBU untuk memonitor status pesanan dan posisi MT yang mengirim ke SPBU.

Digitalisasi SPBU di Pertamina saat ini sudah mencapai 2.902 SPBU dan sebanyak 2.542 SPBU juga sudah melayani pembayaran dengan Link Aja atau My Pertamina.

“Masyarakat yang melihat adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi agar dapat melaporkan ke 135, sehingga kami dapat informasi dan dapat tindak lanjuti," kata Nicke.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X