Kompas.com - 02/01/2020, 15:31 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani ((kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kiri), Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (kanan) dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen (kiri) membuka perdagangan saham tahun 2020 di gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/1/2020). Pada awal perdagangan pertama tahun 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,22 persen atau 13,59 poin di level 6.313,13. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak APresiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani ((kedua kanan), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kiri), Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (kanan) dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen (kiri) membuka perdagangan saham tahun 2020 di gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/1/2020). Pada awal perdagangan pertama tahun 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,22 persen atau 13,59 poin di level 6.313,13. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bertindak tegas menghadapi para oknum yang memanipulasi perdagangan harga saham di pasar modal.

Dari pesan tersebut Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, pihaknya akan mulai melaksanakan perintah tersebut.

Namun, para manipulator yang dimaksud Jokowi, bukan hal yang baru di dunia pasar modal.

Akan tetapi, BEI terus membenahi agar mampu memikat lebih banyak investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

Baca juga: Buka Perdagangan BEI 2020, Jokowi: Goreng Saham Tidak Boleh Ada Lagi!

"Jadi sebetulnya enggak ada hal yang baru dan luar biasa cuma harus berani melakukan sesuatu mulai saat ini agar perdagangan wajar, transparan dan efisien. Itu tugas kita," ujar Inarno di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/1/2020).

Sudah hal yang wajar maksud Jokowi ditujukan kepada BEI dan OJK, maka dari itu pihaknya akan lebih berani meluruskan para oknum manipulatif ke koridor sesuai aturan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, selama ini dia menampung keluhan dari para investor yang mengungkapkan adanya praktik jual beli saham.

Hal ini berdampak pada kurangnya minat minat mereka berinvestasi pada instrumen tersebut di Indonesia.

Baca juga: Siap-siap January Effect, Ini Saham yang Bisa Diperhatikan

Pasalnya, banyak oknum manipulator yang memanfaatkan pasar saham untuk menguntungkan secara individual, namun berdampak kerugian terhadap negara.

"Dari 100 digoreng-goreng jadi 1.000, digoreng-goreng jadi 4.000. Goreng saham tidak boleh ada lagi, berikan perlindungan terhadap investor," kata Jokowi dalam pembukaan perdagangan di BEI, hari ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.