Rumah Kerap Terkena Banjir, Bagaimana Harga Jualnya?

Kompas.com - 02/01/2020, 20:02 WIB
Kondisi Banjir di Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Rabu (1/1/2020). IstimewaKondisi Banjir di Jatiwarna, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Rabu (1/1/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak rumah wilayah Jabodetabek harus terendam banjir pada awal 2020. Padahal beberapa wilayah tak pernah punya riwayat diterjang banjir sebelumnya.

Pengamat properti Aleviery Akbar mengatakan, banjir bisa memberikan dampak kepada sektor properti. Apakah itu artinya harga jual rumah yang terkena banjir akan merosot tajam?

Aleviery menyebutkan, harga properti yang terkena banjir tidak akan mengalami penurunan harga secara signifikan. Pasalnya peristiwa banjir sudah sering kali terjadi di Jakarta.

Baca juga: Mau Beli Rumah?, Pertimbangkan 4 Hal Ini

"Ini kan bencana sama dengan tahun sebelumnya dimana waktu itu Jakarta mengalami hal yang sama," ujarnya kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (2/1/2019).

Aleviery memprediksi nantinya akan ada banyak korban banjir yang mempertimbangkan untuk menjual propertinya.

Namun di sisi lain, peminat properti diyakini akan menurunkan minat membeli. Apalagi bila rumah atau properti terletak di wilayah yang kerap banjir.

Baca juga: Simak, Ini Cara Klaim Asuransi Mobil yang Rusak karena Banjir

Penurunan minat pembeli akan terjadi khususnya di sektor properti perumahan. Dengan adanya banjir besar di Jabodetabek, calon pembeli akan mulai mempertimbangkan faktor potensi banjir.

"Calon pembeli akan lebih teliti untuk memilih properti yang areanya tidak terdampak banjir," kata dia.

Akibat banjir, pengembang perumahan juga dinilai akan merugi sebab harus menutup biaya perbaikan properti yang rusak akibat banjir.

Baca juga: Bagaimana Cara Urus Arsip Hilang dan Hanyut Karena Banjir?

Namun untuk menarik kembali minat pembeli, pengembang dipastikan akan memperbaiki properti yang rusak.

"Untuk beberapa developer besar biasanya juga sudah mengasuransikan properti nya akibat kerugian seperti banjir tersebut," tuturnya.

Baca juga: Harta Turun Rp 140 Triliun, Jeff Bezos Tetap Jadi Orang Terkaya di Dunia



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bisa Dicabut

Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Belum Beli Pelatihan, Kepesertaan Bisa Dicabut

Whats New
Sistem Pensiun Indonesia Grade C, Sama dengan Korsel dan Spanyol

Sistem Pensiun Indonesia Grade C, Sama dengan Korsel dan Spanyol

Whats New
Ada Gadai Efek, Pinjaman ke Pegadaian Bisa hingga Rp 20 Miliar

Ada Gadai Efek, Pinjaman ke Pegadaian Bisa hingga Rp 20 Miliar

Earn Smart
Ini Rencana Kemenhub Bantu Distribusi Logistik Kawasan Lumbung Pangan Nasional

Ini Rencana Kemenhub Bantu Distribusi Logistik Kawasan Lumbung Pangan Nasional

Whats New
Indika Energy Terbitkan Surat Utang Rp 6,61 Triliun, Buat Apa?

Indika Energy Terbitkan Surat Utang Rp 6,61 Triliun, Buat Apa?

Whats New
Wamen BUMN Ungkap “Penyakit” Lama yang Menggerogoti Garuda Indonesia

Wamen BUMN Ungkap “Penyakit” Lama yang Menggerogoti Garuda Indonesia

Whats New
Jadi Holding BUMN Asuransi, IFG Kelola Aset Rp 72,5 Triliun

Jadi Holding BUMN Asuransi, IFG Kelola Aset Rp 72,5 Triliun

Whats New
BI-OJK Sepakati Aturan Terkait Pinjaman Likuiditas untuk Perbankan

BI-OJK Sepakati Aturan Terkait Pinjaman Likuiditas untuk Perbankan

Whats New
Dapat SMS Penerima BLT UMKM? Ini Kata Kemenkop UKM

Dapat SMS Penerima BLT UMKM? Ini Kata Kemenkop UKM

Whats New
Wapres Minta RI Bukan Lagi Konsumen, Tapi Produsen Produk Halal

Wapres Minta RI Bukan Lagi Konsumen, Tapi Produsen Produk Halal

Whats New
Resign di Tengah Pandemi, Wim Jadi 'Tukang Sayur' Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Resign di Tengah Pandemi, Wim Jadi "Tukang Sayur" Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Smartpreneur
Menkop Teten: Biaya Jadi Tantangan UMKM Mengakses Sertifikasi Halal

Menkop Teten: Biaya Jadi Tantangan UMKM Mengakses Sertifikasi Halal

Whats New
Penuhi Kebutuhan Layanan Digital, Telkom Group Modernisasi Infrastruktur

Penuhi Kebutuhan Layanan Digital, Telkom Group Modernisasi Infrastruktur

Whats New
Emiten Ini Pasok Cangkang Sawit ke Jepang untuk Pembangkit Listrik

Emiten Ini Pasok Cangkang Sawit ke Jepang untuk Pembangkit Listrik

Whats New
Saat Sri Mulyani Pamer Pujian Lembaga Internasional soal UU Cipta Kerja

Saat Sri Mulyani Pamer Pujian Lembaga Internasional soal UU Cipta Kerja

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X