Simak, Ini Perkiraan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Kompas.com - 05/01/2020, 07:48 WIB
Ilustrasi IHSG KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi IHSG

JAKARTA, KOMPAS.com - IHSG diperkirakan berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 6.263 sampai 6.219 dan resistance di level 6.337 sampai 6.348.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan pelaku pasar direkomendasikan melakukan SOS atau jual ketika menguat mengantisipasi koreksi akibat kenaikan yang sudah cukup tinggi.

"Pekan yang pendek dan diwarnai transaksi yang realtif lebih sepi. Faktor utama adalah sebagian besar pelaku pasar masih berlibur sampai awal pekan depan. Selain itu banjir yang terjadi dibergai wilayah Jabotabek telah menurunkan aktifitas transaksi," ujar Hans Kwee dalam keterangan tertulis yang diberikan kepada Kompas.com, Sabtu (4/1/2020).

Baca juga: BEI Pastikan Banjir Jabodetabek Tak Pengaruhi Pergerakan IHSG

Bajir telah membuat padamnya aliran listrik beberapa tempat, ganguan koneksi internet dan tergenangnya beberapa wilayah. Hal ini membuat arus transportasi terganggu dan tecermin dalam jumlah transaksi yang relatif rendah di pekan ini.

Adapun perdagangan pekan ini dan pekan depan akan terpengaruh optimisme penandatanganan fase 1 antara China dan Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan perdagangan fase 1 antar AS dan China akan ditandatangani pada 15 Januari di Gedung Putih.

Tanda-tanda kemajuan dalam kesepakatan itu mendorong produksi pabrik China dan aktivitas manufaktur di China tumbuh untuk dua bulan berturut-turut.

Namun demikian, Hans Kwee menilai penandatangan tersebut hanya sebuah eforia sesaat karena itu kami merekomendasikan pelaku pasar berhati-hati.

Isu Lainnya

Selain itu, masalah Brexit masih akan menjadi perhatian pelaku pasar. Presiden Komisi Eropa Ursula Von Der Leyen mengatakan Uni Eropa mungkin perlu memperpanjang batas waktu untuk pembicaraan tentang hubungan perdagangan baru dengan Inggris.

Sebelumnya pemilihan umum Inggris dianggap memperlancar jalan keluar Inggris dari Uni Eropa. Yang dinantikan pelaku pasar adalah kemampuan Inggris untuk mencapai kesepakatan perdagangan baru dengan Uni Eropa dalam rentang waktu yang relatif singkat.

"Adapun keputusan bank sentral China untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneternya kami prediksi akan menjadi sentimen positif di pasar keuangan," jelas dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X