Bagaimana Menjadi Bos yang Baik dan Bisa Membuat Bawahan Gembira?

Kompas.com - 05/01/2020, 12:54 WIB
Ilustrasi shutterstock.comIlustrasi

KOMPAS.com - Memasuki tahun 2020, sebagian dari Anda tentu ada yang dipromosikan untuk menduduki posisi yang lebih tinggi dan dengan tanggung jawab yang lebih besar.

Anda akan menangani orang dalam jumlah lebih banyak. Di sisi lain, perusahaan tempat Anda bekerja tentunya tidak membuat buku mengenai cara mengelola tim atau divisi agar bisa mencapai target dan kesuksesan.

Dalam perjalanannya, ada kondisi yang menyebabkan kerja-kerja yang telah dilakukan tidak sesuai ekspektasi. Sehingga, begitu banyak hal akan tergantung pada pengalaman dan kekuatan anggota tim  serta Anda sendiri.

Baca juga: Ini Sektor Pekerjaan yang Dinilai Aman Saat Memasuki Era Digital

Lantas, sebagai seorang atasan, apa yang harus dilakukan agar target-target tercapai sehingga semua anggota tim Anda gembira? Berikut tips yang disarikan dari CNN, Mingu (5/1/2020).

1. Mulai Mempercayai Tim untuk Mengerjakan Tugas-tugas Tertentu

Alasan besar mengapa beberapa manajer tidak cukup mendelegasikan adalah karena mereka takut. Mereka tidak bisa memercayai orang lain untuk melakukan tugas sebaik atau secepat mungkin.

Mereka juga khawatir reputasi mereka akan dirugikan jika orang yang mereka beri tugas justru mengacau. Hal lainnya, banyak atasan yang merasa terancam oleh mereka yang memiliki bakat yang lebih baik dari si atasan.

Karena itu, ada baiknya Anda sebagai atasan mulai mempercayai tim Anda dan Anda berposisi sebagai orkestrator atau pengatur permainan atas tugas-tugas yang mereka kerjakan.

2. Tidak Menghindari Seseorang yang Anda Benci dalam Tim

Adalah tugas Anda sebagai pemimpin untuk mencari tahu bagaimana memotivasi dan mengelola semua orang di tim Anda, bahkan orang-orang yang tidak Anda sukai.

Sebagai manusia, Anda tentu merasa lebih baik menghindari orang-orang yang tidak Anda sukai dalam tim, atau hanya berpura-pura semuanya baik-baik saja. Justru, kedua pendekatan tersebut akan menjadi bumerang bagi Anda.

Cobalah Anda bersikap obyektif dan selalu memberi motivasi kepada seluruh tim Anda mengenai tujuan yang ingin dicapai.

3. Jangan Terganggu dengan Rekan Kerja yang Coba Merecoki Anda

Banyak perusahaan yang berupaya untuk mencairkan hubungan kerja agar tidak memunculkan "silo" atau kelompok-kelompok. Karenanya, bekerja sama dengan rekan atau divisi lain menjadi sesuatu yang tak terhindarkan.

Namun, ada saja rekan kerja dengan level yang sama, yang "mengganggu" upaya Anda untuk berkolaborasi dengan tim lain karena berbagai hal. Mulai dari adanya ketidaksepahaman, hingga miskomunikasi yang membuat Anda frustasi. Bahkan karena masalah tersebut, rekan kerja itu tak segan melaporkan Anda ke pimpinan yang lebih tinggi.

Untuk itu, Anda harus mengatasi keadaan tersebut dengan cepat. Pertama mulailah untuk berpikir bahwa perbedaan pendapat adalah hal positif bagi kemajuan pekerjaan.

Jika kondisi semakin memburuk, pertimbangkanlah apakah perlu melawan ataukah tidak? Jika harus melawan, lakukanlah secara profesional dan dalam koridor  yang ada.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X