4 Hal yang Diperhatikan Saat Membeli Rumah Bersama Pasangan

Kompas.com - 06/01/2020, 06:10 WIB
Ilustrasi rumah Wentao LiIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki rumah saat baru menikah adalah salah satu mimpi dari banyak orang. Mengingat hidup dengan keluarga besar atau keluarga mertua adalah hal yang tidak diinginkan oleh banyak pasangan.

Banyak bank-bank atau developer rumah lainnya yang memberikan promo dengan berbagai penawaran untuk membeli rumah.

Namun tidak sedikit orang yang tahu ada beberapa manfaat dan kerugian dari mengambil pinjaman rumah bersama dengan pasangan anda.

Baca juga: Milenial Mending Beli Rumah Tapak atau Apartemen?

Mengutip dari Etnonews, Senin (6/1/2020), berikut adalah beberapa hal yang harus diketahui ketika membeli rumah bersama dengan pasangan:

1. Batas pinjaman lebih besar

Ketika Anda mengajukan pinjaman rumah bersama, bank atau developer akan mempertimbangkan penghasilan anda serta penghasilan pasangan untuk menentukan jumlah maksimum pinjaman yang dapat dikenakan sanksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Biasanya bank atau developer memberikan biaya pembelian rumah dua kali lipat besarnya dibandingkan ketika Anda membeli rumah secara individu atau tanpa pasangan. Ini berarti Anda dapat membeli rumah yang lebih besar dalam kepemilikan bersama.

Baca juga: Ingin Beli Rumah di 2020? Simak Dulu Hal Berikut

2. Suku bunga lebih rendah

Ada beberapa bank termasuk pemberi pinjaman seperti developer akan menawarkan suku bunga yang lebih rendah untuk pelamar perempuan.

Jadi jika Anda menjadikan istri pemohon utama dalam pinjaman rumah, Anda bisa mendapatkan pinjaman dengan tingkat bunga yang lebih rendah.

Begitupun di beberapa negara, banyak yang memberikan konsesi pada biaya materai untuk pendaftaran rumah untuk wanita dan pasangan.

3. Pembagian pembayaran

Dalam hal perceraian atau kematian, jika pasangan memutuskan untuk bercerai makan pembayaran pinjaman bisa menjadi sulit. Jika istri hanya pendamping dan suami berhenti membayar, maka beban pembayaran seluruh pinjaman jatuh pada istri dan sebaliknya.

Namun hal ini berlaku sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan bersama. Bahkan dalam kasus kematian salah satu pendamping, pasangan yang masih hidup harus memikul tanggung jawab pembayaran kembali pinjaman. Dalam kasus non-pelunasan, kreditor memiliki hak untuk menyita aset pemohon bersama.

4. Pembagian terbatas

Jika suami meninggal tanpa surat wasiat dan istrinya hanya pemohon bersama, maka ia hanya akan mendapatkan sepertiga dari harta tersebut sebagai ahli waris yang sah.

Pasalnya, ahli waris yang sah dari aset tersebut adalah orang tua, istri, dan anak-anak.

Baca juga: Rencana Kredit Rumah, Cermati 4 Strategi Ini agar KPR Tidak Macet

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.