Pasca Banjir, Mentan Pastikan Harga dan Distribusi Bahan Pokok Aman

Kompas.com - 06/01/2020, 15:03 WIB
Sejumlah warga melintasi jalan yang tergenang banjir di wilayah Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (4/1/2020).Hujan lebat di awal tahun membuat kawasan teluk gong masih terendam banjir. KOMPAS.com/M ZAENUDDINSejumlah warga melintasi jalan yang tergenang banjir di wilayah Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (4/1/2020).Hujan lebat di awal tahun membuat kawasan teluk gong masih terendam banjir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo memastikan harga bahan pangan pasca banjir akan tetap terkendali.

Kawasan Jabodetabek dan sejumlah wilayah di Jawa Barat tergenang banjir sejak Rabu (1/1/2020) akibat curah hujan yang tinggi.

"Ya semua kondisi harga aman-aman saja ya. Fluktuasi harga yang meningkat itu sesuai kebutuhan saja, suplai dan demand yang masih normatif. Oleh karena itu, intervensi terbatas saja yang bisa kami lakukan," kata Syahrul ketika ditemui di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Senin (6/1/2020).

Baca juga: Menteri Teten Siap Dampingi Para Pelaku UMKM yang Terkena Banjir

Begitu pula dengan penyaluran bahan pangan hingga saat ini juga belum ditemui adanya hambatan.

Syahrul menjelaskan, walaupun ada kenaikan harga pangan, tentu saja tidak berkaitan dengan banjir dan masih tergantung rantai pasokan.

"Enggak ada. Maka itu kita lagi pantau kalau ada pergerakan, tapi pergerakan sampai hari ini adalah pergerakan yang normatif belum ada pergerakan yang kondisi cukup mengkhawatirkan," ujarnya.

Mengantisipasi lonjakan harga, timnya pun dikerahkan ke lapangan untuk mengawasi pasokan distribusi. Termasuk saat bencana banjir melanda Ibu Kota.

"Semua unit kerja pertanian harus berada di lapangan memantau bagaimana pergerakan-pergerakan distribusi. Kita berharap tidak ada distribusi yang terganggu kan gitu," katanya.

Baca juga: Pemulihan Listrik Pasca-Banjir Bandang Lebak Terkendala Akses

Termasuk harga pangan yang rentan alami lonjakan, yakni bawang merah dan cabai. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

"Eselon satu dan eselon dua sudah dalam pengendalian lapangan dan tentu kerja sama pemerintah daerah dan kabupaten. Dan kelihatannya kondisinya tetap kita dapat kendalikan," lanjut Syahrul.

Mengawali tahun 2020, beberapa wilayah di Indonesia mengalami bencana banjir. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, banjir Jakarta dan sekitarnya karena curah hujan ekstrem.

Banjir ini tidak hanya menyebabkan dampak kerusakan material namun juga korban jiwa. Salah satunya, kerugian peritel di wilayah Jakarta bisa mencapai Rp 960 miliar akibat banjir pada Tahun Baru 2020.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X