Mengingat Perseteruan Lama Susi Vs China di Insiden Kapal Kway Fey

Kompas.com - 06/01/2020, 16:47 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memantau perairan Natuna di KRI Usman Harun Com Kementerian Kelautan dan Perikanan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memantau perairan Natuna di KRI Usman Harun

Protes itu disampaikan kepada Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Jakarta yang dipanggil Retno, beberapa hari setelahnya.

Bersamaan dengan pemanggilan itu, tersiar kabar panas dari Beijing. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying menegaskan KM Kwey Fey tidak masuk perairan Indonesia.

Kapal itu dinyatakan tengah berada di 'kawasan pemancingan tradisional' China. Bahkan, seperti dilansir Reuters, Hua menyebut kapal bersenjata Indonesia menyerang dan menyandera awak kapal ikan Tiongkok. Hua meminta Indonesia melepaskan awak Kwey Fey.

Susi marah

Sementara dari Jakarta, reaksi panas sudah lebih dahulu ditunjukkan Menteri Susi Pudjiastuti. Insiden Kwey Fey menambah daftar pemicu kemarahan Menteri Susi terhadap Beijing.

Sebelumnya, pada akhir 2015, sembilan kapal ikan yang tengah ditahan di Timika dilarikan 39 ABK berkebangsaan Tiongkok. Kapal-kapal yang sebelumnya berbendera Tiongkok itu masuk daftar kapal yang akan diledakkan karena dinyatakan melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia.

Pemicu kemarahan lain adalah kejadian pada 2013. Kejadian itu mirip dengan insiden Kwey Fey di mana kapal patroli KKP diintimidasi kapal patroli China saat mengejar kapal penjarah ikan berbendera China.

”Kapal ikan tersebut diduga ditabrak kapal patroli Tiongkok untuk mencegah agar kapal tidak bisa ditangkap aparat RI sewaktu masuk ke teritorial Indonesia. Pemerintah Tiongkok tidak ingin kapalnya ditangkap dan ditenggelamkan,” ujar Susi.

Baca juga: Kegerahan Susi Soal Natuna: Bedakan Pencurian Ikan dengan Investasi!

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Kolonel (P) Ranai Arif Badrudin mengemukakan, kapal KM Kway Fey 10078 telah diincar aparat saat berada di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).

Adapun kedatangan kapal patroli Tiongkok dan insiden tabrakan berlangsung sewaktu kapal hampir mencapai perbatasan ZEEI dan perairan teritorial Indonesia.

”Kapal KM Kway Fey 10078 hendak ditangkap aparat karena sedang menangkap ikan di perairan kita dengan menggunakan alat tangkap pukat harimau,” ujarnya.

Menurut Arif, luas ZEEI dan landas kontinen Indonesia di Laut Tiongkok Selatan mencapai 83.665 kilometer persegi dan telah diakui internasional berdasarkan Unclos.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Whats New
Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Sempat Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Turun 0,46 Persen

Earn Smart
Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Bukopin: Kookmin Bank Ajarkan Kami Jadi Bank Global

Whats New
Soal Redenominasi, Sri Mulyani: Itu Selalu Ada di Dalam Prolegnas

Soal Redenominasi, Sri Mulyani: Itu Selalu Ada di Dalam Prolegnas

Whats New
Akhir Kasasi Sengketa Merek Eiger...

Akhir Kasasi Sengketa Merek Eiger...

Whats New
Petinggi Bank-bank Papan Atas Nasional Temui Menko Perekonomian, Apa yang Dibahas?

Petinggi Bank-bank Papan Atas Nasional Temui Menko Perekonomian, Apa yang Dibahas?

Whats New
Erick Thohir: Saya Lihat Vaksin Corona Belum Bisa Ditemukan dalam Waktu Singkat

Erick Thohir: Saya Lihat Vaksin Corona Belum Bisa Ditemukan dalam Waktu Singkat

Whats New
Agar Transaksi Tetap Aman Selama PSBB Transisi, Bagaimana Caranya?

Agar Transaksi Tetap Aman Selama PSBB Transisi, Bagaimana Caranya?

Whats New
Beberapa Sektor Membaik, Penerimaan Pajak Masih Jeblok 12 Persen

Beberapa Sektor Membaik, Penerimaan Pajak Masih Jeblok 12 Persen

Whats New
Bandingkan dengan Turki, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Relatif Stabil

Bandingkan dengan Turki, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Relatif Stabil

Whats New
Menkop Teten: Ekspor Produk UMKM Naik Sebesar 14 Persen

Menkop Teten: Ekspor Produk UMKM Naik Sebesar 14 Persen

Whats New
Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan, Pembangunan Tol Cibitung-Cilincing Capai 74 Persen

Ditargetkan Beroperasi Tahun Depan, Pembangunan Tol Cibitung-Cilincing Capai 74 Persen

Whats New
Sri Mulyani: Penerimaan Negara -9,8 Persen Semester I 2020

Sri Mulyani: Penerimaan Negara -9,8 Persen Semester I 2020

Whats New
Klaim Jaminan Hari Tua BP Jamsostek Naik 4 Kali Lipat, Kenapa?

Klaim Jaminan Hari Tua BP Jamsostek Naik 4 Kali Lipat, Kenapa?

Whats New
Garuda Indonesia Berharap Dana Talangan Pemerintah Rp 8,5 Triliun Segera Direalisasikan

Garuda Indonesia Berharap Dana Talangan Pemerintah Rp 8,5 Triliun Segera Direalisasikan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X