Sanksi Kemenhub Terbit, PO Bus Sriwijaya Dilarang Beroperasi Sementara

Kompas.com - 06/01/2020, 16:57 WIB
Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi Bus Sriwijaya rute Bengkulu - Palembang yang mengalami kecelakaan  di Liku Sungai Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (25/12/2019). Hasil evakuasi dan pencarian korban pada hari kedua tercatat total jumlah korban meninggal sebanyak 35 orang dan korban selamat sebanyak 13 orang . HANDOUT/SAR PALEMBANGPetugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi Bus Sriwijaya rute Bengkulu - Palembang yang mengalami kecelakaan di Liku Sungai Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (25/12/2019). Hasil evakuasi dan pencarian korban pada hari kedua tercatat total jumlah korban meninggal sebanyak 35 orang dan korban selamat sebanyak 13 orang .

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan memberi sanksi kepada PO bus Sriwijaya terkait kecelakaan maut di Pagar Alam, Sumatera Selatan, Senin (23/12/2019) lalu.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, PO Bus Sriwijaya dilarang beroperasi untuk sementara waktu.

“Sanksinya diberikan ke PO (Sriwijaya) berupa administrasi tak beroperasi dulu,” ujar Budi di kantornya, Jakarta, Senin (6/1/2020).

Baca juga: Telusuri Penyebab Kecelakaan Bus Sriwijaya, Menhub Kerahkan KNKT

Budi menambahkan, bus yang mengalami kecelakaan tersebut sempat dilakukan rekondisi pada 2018 lalu. Kendati begitu, bus tersebut telah lolos uji KIR.

“Di 2018 rekondisi yang usianya sekain nampaknya bagus, KIR-nya hidup. Kami selidiki karoserinya, ini seharusnya kalau direkondisi harus dapat SRUT (Sertifikat Registrasi Uji Tipe) lagi. Ini tak dilakukan, sehungga karoseri baru harus sesuai syarat Kemenhub,” kata Budi.

Sebelumnya, kendaraan yang membawa lebih dari 50 penumpang tersebut melaju dari arah Kota Bengkulu yang mengarah ke Palembang.

Baca juga: Mengingat Perseteruan Lama Susi Vs China di Insiden Kapal Kway Fey

Bus berangkat kurang lebih pukul 14.00 WIB dari pool. Saat melewati TKP tikungan Lematang Indah KM 9 kota Pagar Alam, mobil melaju dengan kecepatan tinggi menabrak dinding pembatas.

Akibatnya bus masuk ke jurang sedalam kurang lebih 150 meter dan jatuh ke tengah aliran sungai Lematang.

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun, akibat kecelakaan tersebut 35 orang meninggal dunia.

Baca juga: Menteri PUPR: Terowongan Raksasa Obat Banjir Cuma Wacana



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X