Sederet Kasus Tak Mengenakkan Dialami Penumpang Garuda

Kompas.com - 07/01/2020, 10:11 WIB
Pesawat Garuda Indonesia Doumen humas Kementerian PariwisataPesawat Garuda Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Jessica, seorang penumpang Garuda Indonesia dikabarkan mendapatkan perlakukan tak mengenakkan dari salah satu pilot. Kejadian itu terjadi ketika dirinya naik pesawat GA 404 rute Jakarta-Denpasar.

Dia bersama dengan suami dan tiga anaknya duduk di kelas bisnis. Lewat kicauan di akun Twitter-nya, Jessica mengaku sempat ditahan oleh lounge attendant Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Petugas lounge attendant menahan Jessica setelah diperintahkan oleh pilot pesawat GA 404. Alasannya, suaminya melakukan penghinaan pada Garuda.

Rentetan kejadian ini menambah daftar para penumpang maskapai full service ini dalam beberapa bulan terakhir.

Berikut daftar penumpang yang mengalami kejadian tak menyenangkan dalam penerbangan Garuda Indonesia.

1. Youtuber dilaporkan ke polisi

PT Garuda Indonesia melaporkan dua YouTuber Rius Vernandes dan Elwiyana Monica karena telah mengunggah foto kartu menu kelas bisnis yang hanya ditulis tangan di Instastory akun Instagram @rius.vernandes pada medio Juli tahun lalu.

"Benar. Ada laporan dari Garuda dan saat ini kami mengundang para saksi untuk didengar keterangannya," ujar Kapolresta Bandara Soekarno Hatta Kombes Pol Victor Togi Tambunan saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/7/2019).

Dalam Instagram pribadinya, Rius mengunggah foto surat undangan polisi sebagai saksi dalam kasus ini. Dalam unggahan tersebut Rius menambahkan keterangan sebagai berikut:

"Guys gue sama Elwi dapat panggilan dari polisi mengenai masalah ini. Kami dilaporkan atas dugaan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Gw yakin kalian tau gw TIDAK ADA maksud sama sekali untuk mencemarkan nama baik siapa pun.," tulis Rius dalam akun Instagramnya. 

Rius dilaporkan ke Polres Bandara Soetta oleh Serikat Karyawan Garuda. Belakangan setelah kasusnya mencuat heboh, laporan tersebut dicabut kembali dan permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan.

Baca juga: Youtuber Rius Vernandes Sudah Bertemu Garuda Indonesia

2. Burung kacer hilang

Seorang penumpang Garuda dari Jakarta ke Pontianak, Kalimantan Barat, Rendy Lesmana, mengaku kehilangan seekor burung kicau berjenis kacer seharga Rp 150 juta yang disimpan di bagasi pesawat.

Burung itu, merupakan salah satu burung kicau yang dibawa Rendy ke Jakarta dari Pontianak, untuk mengikuti kontes kicau mania, Kamis (12/12/2019) silam.

Rendy terbang dari Jakarta ke Pontianak, Selasa (17/12/2019) kemarin, dengan membawa 8 ekor burung yang terdiri dari 3 jenis burung, murai 3 ekor, kacer 2 ekor, dan burung love bird 3 ekor.

"Pesawatnya pukul 18.15 WIB. Sampai di Pontianak sekitar pukul 20.00 WIB, dan langsung menuju antrean bagasi," kata Rendy.

Namun, setelah semua sangkar diperiksa satu per satu, burung kacer sudah tidak ada. Kondisi bagian atas sangkar juga rusak dan masih berbungkus kain.

Menurut Rendy, dia telah mengikuti semua prosedur untuk membawa burungnya dengan penerbangan maskapai Garuda.

"Kami tidak mau burung ini stres, burung ini untuk kontes tingkat nasional, enggak mungkin kami gunakan kargo, karena kami jaga stamina dan kondisi burung, jangan sampai stres," ujarnya.

Dia menyebut, kedelapan burung itu menggunakan enam sangkar. Total pembayaran mencapai Rp 3,5 juta. Rendy mengaku burung yang sudah dipeliharanya hampir 4 tahun itu telah ditawar oleh seseorang dengan harga Rp 150 juta.

Station Manager Garuda Indonesia Isman Kamanjaya mengatakan pascaburung kicau dilaporkan hilang, telah dilakukan mediasi antara pihaknya dan pemilik burung, Rendy Lesmana, di Polsek Bandara Internasional Supadio, Pontianak.

"Kesepakatan (dalam mediasi di Polsek Bandara Supadio Pontianak) tidak tercapai," kata Isman

Isman enggan menjelaskan lebih jauh terkait permasalahan tersebut. Terlebih upaya mediasi yang dilakukan gagal.

"Kesepakatan yang diambil setelah tidak terjadi kesepakatan kekeluargaan, Pak Rendy akan menempuh jalur hukum, itu saja ya, terima kasih," ujarnya seraya berlalu.

Baca juga: Lalai hingga Burung Kacer Seharga Rp 150 Juta Hilang, Garuda Indonesia Beri Sanksi ke Petugas

3. Penumpang ditahan

Nasib apes dialami Jessica dan keluarganya yang ditahan Garuda. Kejadian itu bermula saat pesawat hendak mendarat, salah satu anak Jessica merasakan ingin buang air besar.

Karena mau mendarat, suami Jessica dilarang membawa anaknya ke toilet pesawat. Lantaran tak diizinkan, suami Jessica pun sempat menggerutu.

Rupanya, umpatan suami Jessica tersebut didengar oleh awak kabin. Awak kabin pun mengadukan hal tersebut ke pilot pesawat.

Akhirnya, setelah pesawat mendarat, Jessica bersama keluarganya menuju ke lounge Bandara I Gusti Ngurah Rai. Namun, saat akan keluar dari lounge, Jessica bersama suaminya tak diperkenankan untuk keluar.

Plt Direktur Utama Garuda Indonesia Fuad Rizal menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Jessica.

Baca juga: Penumpang Ditahan Pilot, Bos Garuda Minta Maaf

“Saat ini Garuda Indonesia sedang melakukan investigasi atas pilot dimaksud untuk mengetahui lebih lanjut dugaan apakah yang bersangkutan telah melampaui kewenangannya ketika bertugas atau telah bekerja sesuai prosedur,” ujar Fuad dalam keterangannya, Selasa (7/1/2020).

Fuad mengaku terus berkomunikasi dengan Jessica terkait permasalahan tersebut. Pihaknya berupaya menyelesaikan masalah ini dengan cara baik-baik.

“Kami terus berkomunikasi dengan penumpang tersebut dan berupaya menyelesaikan permasalahan yang terjadi dengan sebaik-baiknya,” kata Fuad.

(Sumber: KOMPAS.com Akhdi Martin Pratama, Hendra Cipta | Editor: Sakina Rakhma Setiawan, Erlangga Djumena, Kharina, Robertus Belarminus)

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X