Simak, Cara Pilih Asuransi Banjir Berdasarkan Wilayah

Kompas.com - 07/01/2020, 10:14 WIB
Lumpur di gang perumahan warga Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi selepas banjir menenggelamkan perumahan itu sedalam 6 meter pada Rabu (1/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANLumpur di gang perumahan warga Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi selepas banjir menenggelamkan perumahan itu sedalam 6 meter pada Rabu (1/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasca banjir merendam sebagian wilayah Jabodetabek, kerugian yang jumlahnya tak sedikit mau tak mau harus ditanggung, jelas sangat memberatkan.

Maka dari itu, penting memiliki polis asuransi banjir untuk memitigasi risiko kerugian.

Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menilai ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dalam memilih asuransi banjir adalah mengetahui rating wilayah atau ketinggian lokasi perumahan untuk memastikan nilai klaimn yang akan diperoleh.

"Tentu dengan melihat lokasi. Karena berbeda satu lokasi ke lokasi lain san juga perbedaan per wilayah misalkan Jawa Barat rate-nya lebih tinggi daripada Banten. Kemudian pilih lokasi yang bonafit berdasarkan rating," kata Irvan kepada Kompas.com, Senin (6/1/2020).

Baca juga: Pasca Banjir, Lihat Lagi Pentingnya Asuransi Kerugian

Irvan menjelaskan, tarif atau premi asuransi yang ditanggung untuk asuransi harta benda pada lini usaha di kawasan Jakarta, Banten dan Jawa Barat terbagi dalam 4 zona, yakni zona 1 (low/rendah), zona 2 (moderate/sedang), zona 3 (high/tinggi) dan zona 4 (very high/sangat tinggi).

Zona low merupakan daerah yang tidak pernah mengalami banjir atau pernah mengalami banjir dengan ketinggian di bawah 30 cm.

Untuk tarif premi yang harus dibayar adalah 0,050 persen sampai dengan 0,055 persen dari nominal premi asuransi standar.

Baca juga: Simak, Ini Cara Klaim Asuransi Mobil yang Rusak karena Banjir

Sementara zona 2 atau moderate untuk kawasan dengan potensi genangan air 30 cm sampai 60 cm dengan tarif premi sama dengan zona 1 ditambah dengan faktor loading.

Biaya ini juga berlaku pada zona 3 dengan kedalaman 60 cm sampai 100 cm dan zona 4 dengan kedalaman di atas 100 meter.

Sementara itu, untuk skema tarif asuransi kendaraan bermotor dibagi menjadi 3 wilayah.

Wilayah 1 mencakup Sumatera, Wilayah 2 mencakup Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Wilayah 3 mencakup luar Sumatera, Jakarta Banten dan Jawa Barat.

Baca juga: Permintaan Klaim Asuransi Mobil Melonjak Gara-gara Banjir

Untuk tarif atau premi yang diberlakukan di Sumatera yakni 0,075 persen sampai dengan 1 persen dari premi asuransi standar (untuk asuransi comprehensive) dan 0,05 sampai 0,07 persen untuk asuransi total loss only.

Adapun untuk premi wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat dikenakan premi sebesar 0,10 persen sampai 0,125 persen dari tarif standar asuransi (untuk asuransi comprehensive).

Untuk total loss only dengan premi 0,075 persen sampai dengan 0,1 persen dari asuransi standar.

Untuk premi asuransi pada wilayah di luar Sumatera, Jakarta Banten dan Jawa Barat akan dikenakan premi 0,075 persen sampai 0,1 persen dari jumlah premi asuransi standar (untuk asuransi comprehensive).

Terakhir, untuk asuransi total loss only dikenakan 0,05 persen sampai 0,075 persen dsri jumlah premi asuransi standar.

Baca juga: Antisipasi Banjir, Simak 3 Jenis Asuransi Kendaraan Ini

Irvan menilai, umumnya asuransi kendaraan bermotor jarang memberikan asuransi banjir dan lebih kepada asuransi kehilangan sepeda motor.

"Begitupun asuransi kendaraan bermotor yang datang dari pembiayaan bank. Tapi itu standar dan tidak termasuk banjir, bahkan hanya setahun pertama saja all risk. Di tahun berikutnya juga mereka hanya memberi total loss only," tegasnya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X