KILAS

PGN Siapkan Solusi Masalah Pasokan Gas Berkelanjutan pada 2020

Kompas.com - 07/01/2020, 11:41 WIB
PGN merupakan sub holding gas pengelola bisnis midstream dan downstream di Indonesia. DOK. Humas PGNPGN merupakan sub holding gas pengelola bisnis midstream dan downstream di Indonesia.

Pertama, PGN akan berupaya meningkatkan perluasan pembangunan jaringan transmisi Gresik-Semarang sepanjang 272 kilometer (km).

Sementara itu, pembangunan jaringan distribusi gas bumi ditargetkan lebih dari 180 km dengan rincian di Jawa sekitar 60 km, dan di Sumatera kurang-lebih 120 km.

Target itu nantinya akan mendekatkan visi menyatukan infrastruktur pipa trans Sumatera dan Jawa.

Baca juga: PGN Buka Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

“PGN akan mengembangkan terminal LNG Teluk Lamong dengan kapasitas 40 Billion British Thermal Unit Per Day (BBTUD),” kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama.

Ia melanjutkan, pengembangan juga termasuk bisnis LNG filling di Teluk Lamong dengan kapasitas 10 BBUTD untuk wilayah baru yang belum terjangkau infrastruktur pipa di Jawa Timur Bagian Selatan, Barat, dan Timur.

PGN juga akan membangun Jaringan Gas (Jargas) Rumah Tangga di 49 kabupaten/ kota guna mengefisienkan pelanggan rumah tangga, mengurangi beban subsidi, dan mengurangi impor LPG sekitar 0,24 juta ton.

Rachmat menambahkan, PGN akan membangun Jargas Mandiri di 16 kabupaten/kota sebanyak 633.930 sambungan rumah tangga (SR). Rinciannya, tahun 2020 sebanyak 50.000 SR dan sisanya 583.930 SR akan dikembangkan pada 2021.

Baca juga: PGN Manfaatkan TIK untuk Kembangkan Bisnis dan Infrastruktur Gas Bumi

Pada 2020 akan dilakukan pula gasifikasi kilang Pertamina, terutama pada kilang Cilacap dan Balikpapan untuk efisiensi bahan bakar kilang Pertamina dan produk turunannya.

“Yang sudah dilakukan 2019 di Kilang Balongan, sekarang sudah menggunakan gas. Pipa PGN dan Pertagas telah disinkronkan sehingga bisa menyalurkan gas sekitar 20 BBTUD,” kata Rachmat.

Menurut dia, pengembangan infrastruktur tersebut akan memberi keuntungan berupa keandalan kapasitas infrastruktur LNG dan gas pipa domestik.

Manfaat lain adalah mendorong tambahan peningkatan penggunaan gas bumi domestik sampai 130 BBTUD atau setara 23 ribu barrel oil equivalent per day (BOEPD), serta meningkatkan kemampuan PGN di pasar internasional sebagai global player.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X