KCIC Klaim Sudah Lakukan Antisipasi Terkait Banjir

Kompas.com - 07/01/2020, 20:59 WIB
Kontraktor Kereta Cepat Jakarta Bandung membantu warga di sekitar KM 18 membersihkan lumpur sisa banjir. Dokumentasi KCICKontraktor Kereta Cepat Jakarta Bandung membantu warga di sekitar KM 18 membersihkan lumpur sisa banjir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra mengaku telah mengidentifikasi risiko-risiko yang berkaitan dengan aspek lingkungan, termasuk banjir.

Hal tersebut disampaikan KCIC setelah Kementerian Perhubungan menuding proyek KA Cepat-Jakarta Bandung (KCJB) menjadi biang banjir di Tol Jakarta-Cikampak.

“Aktivitas pembangungan proyek KCJB sangat memperhatikan aspek teknis dan mekanisme pengendaliannya, dan yang terpenting adalah berpikir ke depan mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi," ujar Chandra dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/1/2020).

Baca juga: Kemenhub Tuding Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jadi Biang Banjir di Tol Japek

Saat ini kata dia, pihaknya sedang mempersiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi cuaca ekstrim yang terjadi di Indonesia, termasuk curah hujan yang tinggi.

Chandra menjelaskan, beberapa penanganan teknis telah dilakukan oleh Proyek KCJB ke sejumlah titik banjir.

Di sekitar area KM19, Proyek KCJB turun tangan membantu penanggulangan lingkungan dengan membersihkan tumpukan sampah di Kali Jambe yang semula tersumbat dan menyebabkan banjir.

Di sisi lain, saat ini Proyek KCJB juga melakukan tindakan pemulihan terhadap kerusakan akses jalan di samping jalan Tol Cikampek Km+4 sekitar exit tol Jatiwaringin yang sengaja dibangun untuk memudahkan akses warga.

Baca juga: Berpacu Waktu, Menteri PUPR Benahi Drainase Tol Hingga Bandara Halim

Jalan yang berlokasi di Jalan Pangkalan Jati VI A tersebut kini tengah dilakukan perbaikan dan penguatan akses jalan setelah terjadinya longsor dan ditargetkan akan segera selesai dan digunakan seperti sedia kala.

Selain melakukan penanganan bencana, KCIC juga menyebut secara paralel ketiga kontraktor KCJB (Sinohydro, WIKA dan CREC) berinisiatif melakukan penyisiran dan penanggulangan ke sejumlah titik yang berpotensi menjadi penyebab banjir dan longsor.

Termasuk memantau sejumlah pintu air sungai dan saluran air yang berada di sekitar lokasi proyek untuk memastikan berfungsi dengan normal. KCJB juga melakukan pemulihan pada akses warga yang rusak akibat banjir.

Baca juga: Jalan Tol Banjir, Ini Penyebabnya Kata Menhub

“Seluruh pengerjaan proyek KCJB senantiasa memperhatikan kaidah – kaidah yang diperlukan,” kata Chandra.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyebut banjir yang sempat melanda di ruas Tol Jakarta-Cikampek disebabkan karena adanya proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, proyek itu menyumbat saluran air di ruas tol tersebut. Karena aliran air tersumbat, menyebabkan terjadinya banjir di Tol Japek kilometer 19 dan 24.

“(Banjir di Tol Japek karena) proyek kereta cepat, Wika kan juga ada (proyek tol) Cibitung-Cilincing,” ujar Budi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (6/12/2020).

Baca juga: Kenapa Kapal China Jauh-jauh Cari Ikan ke Natuna?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X