10 Perusahaan yang Untung Gede karena Perang, dari AS Mendominasi

Kompas.com - 08/01/2020, 14:57 WIB
Sistem rudal balistik antarbenua, Yars RS-24, milik Rusia. AFP / ALEXANDER NEMENOVSistem rudal balistik antarbenua, Yars RS-24, milik Rusia.

Hampir sebagian besar penjualannya diperuntukkan untuk militer AS atau sekitar 70 persennya. Tahun 2018, keuntungan perusahaan menembus 7,27 miliar dollar AS, dengan porsi penjualan senjata sebanyak 88 persen.

2. Boeing

Dicatat SIPRI, Boeing menghasilkan 29,15 miliar dollar AS dari penjualan senjata dan jasa terkait militer di 2018, menempatkannya sebagai perusahaan senjata paling besar kedua di dunia.

Meski lini bisnis utamanya adalah pesawat terbang, penjualan senjata berkontribusi 29 persen dari total sales. Pendapatan utamanya masih tetap berasal dari pesawat komersial seri 737, 747, 767, 777, dan 787. Di tahun yang sama, perusahaan membukukan keuntungan 19,64 miliar

3. Northrop Grumman Corp

Northrop Grumman Corp didirikan di Hawthorne, California, pada tahun 1939. Saat ini dikenal sebagai perusahaan pembuat pesawat pembom siluman B-2.

Menurut SIPRI, Northrop Grumman menghasilkan 26,19 miliar dollar AS dari penjualan senjata dan layanan militer pada tahun 2018, naik 14% dari 2017. Dengan porsi penjualan senjata sebesar 87 persen dari total sales.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahun 2018 perusahaan mencatatkan laba sebesar 3,23 miliar. Di tahun yang sama, perusahaan mengakuisisi perusahaan teknologi penerbangan Orbital ATK senilai 9,2 miliar dollar AS. Akuisisi dilakukan untuk memperkuat bisnis udara, termasuk pertahanan udara, teknologi satelit dan ruang angkasa.

4. Raytheon

Raytheon merupakan kontraktor pertahanan terbesar keempat secara global dengan produk utamanya berupa rudal. Perusahaan bisa dibilang paling berpengalaman membuat rudal seperti jenis Tomawahk Missile.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.