10 Perusahaan yang Untung Gede karena Perang, dari AS Mendominasi

Kompas.com - 08/01/2020, 14:57 WIB
Sistem rudal balistik antarbenua, Yars RS-24, milik Rusia. AFP / ALEXANDER NEMENOVSistem rudal balistik antarbenua, Yars RS-24, milik Rusia.

Rudalnya terkenal sangat akurat dengan daya ledak tinggi. Jenis rudal yang dibuat pabrikan Raytheon juga paling komplit antara lain rudal udara ke udara, udara ke darat, darat ke darat,  maupun dari laut ke darat dan udara. Produk lainnya seperti senjata taktis, radar, dan torpedo.

Tahun 2018, perusahaan mencatatkan untung 2,88 miliar dollar AS dari total penjualan 23,44 miliar dollar AS. Porsi senjata dari sales yakni 87 persen.

5. General Dynamics Corp

Didirikan pada tahun 1952, General Dynamics telah menjual berbagai macam persenjataan termasuk rudal, kapal perang, kapal selam, dan roket ke semua matra militer AS dalam sejarahnya selama beberapa dekade.

Di 2018, perusahaan membukukan untung sebesar 3,35 miliar dollar AS, dengan catatan penjualan senjata sebesar 22 miliar atau 61 persen dari total sales.

General Dynamics memiliki keahlian dalam membuat kapal perang yang banyak digunakan Angkatan Laut AS. Tahun 2019 saja, perusahaan ini mendapatkan kontrak dari pemerintah AS sebesar 4 miliar dollar AS.

6. BAE Systems

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

BAE Systems adalah kontraktor pertahanan terbesar keenam di dunia yang berasal dari Inggris. Spesialisasinya yakni pembuatan kendaraan tempur seperti tank yang saat ini banyak di pakai di luar AS.

Selain itu, perusahaan juga mengerjakan proyek-proyek pesawat tempur bersama dengan Lockheed Martin dan Northrop Grumman. Hampir 95 persen pendapatannya berasal dari penjualan senjata.

Tahun 2018, keuntungan perusahaan mencapai 2,1 miliar dollar AS, dengan catatan menjual senjata sebesar 21,21 miliar dollar AS.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerap Ditanya Warga Untuk Apa Bayar Pajak, Ini Jawaban Sri Mulyani

Kerap Ditanya Warga Untuk Apa Bayar Pajak, Ini Jawaban Sri Mulyani

Whats New
PLN Cari Mitra Usaha Buat Bangun 101 SPKLU, Minat?

PLN Cari Mitra Usaha Buat Bangun 101 SPKLU, Minat?

Smartpreneur
Pencairan PMN Rp 20 Triliun untuk IFG Masuk Tahap Finalisasi

Pencairan PMN Rp 20 Triliun untuk IFG Masuk Tahap Finalisasi

Whats New
Komunitas Warteg: Pemerintah Perlu Menyubsidi Biaya Pendirian Koperasi UMKM

Komunitas Warteg: Pemerintah Perlu Menyubsidi Biaya Pendirian Koperasi UMKM

Whats New
Sri Mulyani Soroti Provinsi Banten gara-gara Belanja Bansos Rendah

Sri Mulyani Soroti Provinsi Banten gara-gara Belanja Bansos Rendah

Whats New
Sri Mulyani Sayangkan Dana Pemda untuk Bansos Menumpuk di Bank

Sri Mulyani Sayangkan Dana Pemda untuk Bansos Menumpuk di Bank

Whats New
Bank Jago Punya Layanan Keuangan Syariah, Bisa Diakses secara Digital

Bank Jago Punya Layanan Keuangan Syariah, Bisa Diakses secara Digital

Whats New
Sri Mulyani Minta Pemda Tepat Waktu Bayar Insentif Tenaga Kesehatan

Sri Mulyani Minta Pemda Tepat Waktu Bayar Insentif Tenaga Kesehatan

Whats New
Hari Maritim Nasional, Menhub: Potensi Bahari Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Bangsa

Hari Maritim Nasional, Menhub: Potensi Bahari Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Bangsa

Whats New
Dukung UMKM Go Digital, OttoPay Maksimalkan Sistem Pencatatan Transaksi dan Stok Barang

Dukung UMKM Go Digital, OttoPay Maksimalkan Sistem Pencatatan Transaksi dan Stok Barang

Rilis
IndiHome Gangguan, Telkom Janjikan Beri Kompensasi ke Pelanggan

IndiHome Gangguan, Telkom Janjikan Beri Kompensasi ke Pelanggan

Whats New
Bangun Kabel Listrik Bawah Laut, Sun Cable Suntik Dana Investasi ke RI Rp 36,6 Triliun

Bangun Kabel Listrik Bawah Laut, Sun Cable Suntik Dana Investasi ke RI Rp 36,6 Triliun

Whats New
IHSG Ditutup Naik 0,56 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BUKA

IHSG Ditutup Naik 0,56 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BUKA

Whats New
Mulai Besok, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 45.000

Mulai Besok, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 45.000

Whats New
Pemerintah Sudah Suntik Modal Rp 61,8 Triliun ke BLU dan BUMN Sepanjang 2021

Pemerintah Sudah Suntik Modal Rp 61,8 Triliun ke BLU dan BUMN Sepanjang 2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.