Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konflik AS-Iran Memanas, Otoritas Penerbangan AS Rilis Larangan Terbang

Kompas.com - 08/01/2020, 15:09 WIB
Elsa Catriana,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Sumber Bloomberg

 

WASHINGTON, KOMPAS.com - Regulator penerbangan Amerika Serikat telah resmi mengeluarkan larangan penerbangan sipil ke wilayah Irak, Iran, Teluk Persia dan Teluk Oman.

Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) mengeluarkan larangan itu pada Selasa (7/1/2020) waktu setempat setelah Iran menembakkan sejumlah roket ke pangkalan udara AS di Irak.

"FAA akan terus memonitor peristiwa-peristiwa di Timur Tengah dan akan terus berkoordinasi dengan mitra kemanan nasional kami serta berbagai informasi dengan maskapai penerbangan AS dan otoritas penerbangan sipil asing," ujar FAA seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu

Langkah yang diambil FAA ini hanya berlaku untuk maskapai penerbangan yang terdaftar di Amerika Serikat.

Meskipun demikian, negara-negara lain di seluruh dunia acap kali mengikutinya dengan tindakan serupa.

Baca juga: Konflik Memanas, Maskapai Asia Hindari Wilayah Udara Iran

FAA telah memberlakukan sejumlah larangan dan peringatan tentang penerbangan maskapai di kawasan Timur Tengah selama setahun terakhir seiring dengan meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Sebelumnya pada Juni 2019 yang lalu, FAA telah melarang operator sipil AS terbang diatas wilayah Teluk Persia dan Teluk Oman setelah sebuah rudal Iran menembak jatuh drone militer Amerika.

FAA dan negara-negara lain menjadi lebih agresif dalam mengeluarkan peringatan dan larangan penerbangan sejak maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 ditembak jatuh di atas Ukraina pada 17 Juli 2014 oleh rudal Rusia.

Secara terpisah, Singapore Airlines Ltd menyatakan akan mengalihkan penerbangan-penerbangannya ke Eropa karena serangan dan kekhawatiran akan konflik yang meluas di Timur Tengah.

Baca juga: Rudal Iran Hantam Markas Militer AS, Saham-saham Wall Street Jatuh

“Mengingat perkembangan terbaru di wilayah itu, seluruh penerbangan SIA (Singapore Airlines) menuju dan dari Eropa dialihkan dari wilayah udara Iran," kata Singapore Airlines dalam pernyataan melalui surat elektronik kepada Bloomberg.

“Kami sedang memantau situasi dengan cermat dan akan melakukan penyesuaian yang tepat dengan rute kami jika diperlukan,” tulis Singapore Airlines.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Bloomberg
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

Whats New
Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Whats New
Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Whats New
Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Whats New
Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Whats New
Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Whats New
Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Whats New
Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Whats New
Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Whats New
Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Whats New
Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Whats New
Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Whats New
Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Whats New
Simak Daftar 10 'Smart City' Teratas di Dunia

Simak Daftar 10 "Smart City" Teratas di Dunia

Whats New
Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com