Konflik AS-Iran Memanas, Otoritas Penerbangan AS Rilis Larangan Terbang

Kompas.com - 08/01/2020, 15:09 WIB
Foto yang dirilis pada 10 Juli 2008 oleh situs berita Garda Revolusi Iran, Sepah News, memperlihatkan tiga rudal meluncur di udara dari lokasi yang dirahasiakan pada 9 Juli 2008. AFP/SEPAH NEWSFoto yang dirilis pada 10 Juli 2008 oleh situs berita Garda Revolusi Iran, Sepah News, memperlihatkan tiga rudal meluncur di udara dari lokasi yang dirahasiakan pada 9 Juli 2008.

 

WASHINGTON, KOMPAS.com - Regulator penerbangan Amerika Serikat telah resmi mengeluarkan larangan penerbangan sipil ke wilayah Irak, Iran, Teluk Persia dan Teluk Oman.

Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) mengeluarkan larangan itu pada Selasa (7/1/2020) waktu setempat setelah Iran menembakkan sejumlah roket ke pangkalan udara AS di Irak.

"FAA akan terus memonitor peristiwa-peristiwa di Timur Tengah dan akan terus berkoordinasi dengan mitra kemanan nasional kami serta berbagai informasi dengan maskapai penerbangan AS dan otoritas penerbangan sipil asing," ujar FAA seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu

Langkah yang diambil FAA ini hanya berlaku untuk maskapai penerbangan yang terdaftar di Amerika Serikat.

Meskipun demikian, negara-negara lain di seluruh dunia acap kali mengikutinya dengan tindakan serupa.

Baca juga: Konflik Memanas, Maskapai Asia Hindari Wilayah Udara Iran

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

FAA telah memberlakukan sejumlah larangan dan peringatan tentang penerbangan maskapai di kawasan Timur Tengah selama setahun terakhir seiring dengan meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Sebelumnya pada Juni 2019 yang lalu, FAA telah melarang operator sipil AS terbang diatas wilayah Teluk Persia dan Teluk Oman setelah sebuah rudal Iran menembak jatuh drone militer Amerika.

FAA dan negara-negara lain menjadi lebih agresif dalam mengeluarkan peringatan dan larangan penerbangan sejak maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 ditembak jatuh di atas Ukraina pada 17 Juli 2014 oleh rudal Rusia.

Secara terpisah, Singapore Airlines Ltd menyatakan akan mengalihkan penerbangan-penerbangannya ke Eropa karena serangan dan kekhawatiran akan konflik yang meluas di Timur Tengah.

Baca juga: Rudal Iran Hantam Markas Militer AS, Saham-saham Wall Street Jatuh

“Mengingat perkembangan terbaru di wilayah itu, seluruh penerbangan SIA (Singapore Airlines) menuju dan dari Eropa dialihkan dari wilayah udara Iran," kata Singapore Airlines dalam pernyataan melalui surat elektronik kepada Bloomberg.

“Kami sedang memantau situasi dengan cermat dan akan melakukan penyesuaian yang tepat dengan rute kami jika diperlukan,” tulis Singapore Airlines.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Garuda Tak Boleh Terbang ke Hong Kong | Kompensasi Rp 7,3 Triliun untuk Korban Boeing 737 MAX

[POPULER MONEY] Garuda Tak Boleh Terbang ke Hong Kong | Kompensasi Rp 7,3 Triliun untuk Korban Boeing 737 MAX

Whats New
Ini Insentif Pajak yang Diperpanjang Sri Mulyani Hingga Akhir Tahun

Ini Insentif Pajak yang Diperpanjang Sri Mulyani Hingga Akhir Tahun

Whats New
Penyaluran Kredit Perbankan Hingga Mei 2021 Masih Terkontraksi

Penyaluran Kredit Perbankan Hingga Mei 2021 Masih Terkontraksi

Whats New
Gandeng Swasta, Kemenhub Mulai Pengembangan Pelabuhan di Gorontalo Tahun Ini

Gandeng Swasta, Kemenhub Mulai Pengembangan Pelabuhan di Gorontalo Tahun Ini

Whats New
Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X