Kompas.com - 08/01/2020, 16:29 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI masih menginvestigasi kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Jumlah kerugian negaranya sendiri tengah divalidasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, saat ini pihaknya telah mengetahui pelaku dibalik kasus gagal bayar polis asuransi Jiwasraya.

Dia bilang, pihaknya telah menginterogasi 98 saksi dan perbuatan melawan hukumnya telah mengarah ke satu titik.

"Kami sudah punya ancer-ancer siapa pelakunya. Kami telah melakukan beberapa penggeledahan terhadap beberapa objek yang ada, itu sekitar 13 objek pemeriksaan yang telah kami geledah," kata Burhanuddin di BPK RI, Rabu (8/1/2020).

Baca juga: Kementerian BUMN Nilai DPR Tak Perlu Bentuk Pansus Jiwasraya

Namun, Burhanuddin belum bisa membuka nama-nama pelaku sampai saat ini. Pihaknya menunggu audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan selesai dilakukan.

Apalagi dia bilang, kasus ini sangat kompleks dan gigantic (besar). Tentu dampaknya akan sangat sistemik, mengingat Jiwasraya saat ini memiliki 17.000 investor dan 7 juta nasabah.

"Makanya kami ingin sampaikan pesan ini sekarang, ini sedang ditangani. Tentu ini kami lakukan secara silent. Jujur, kami tidak ingin terlalu terbuka karena kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari teman-teman di BPK," ujarnya.

Dia pun meminta semua pihak bersabar menunggu penentuan tersangka.

Baca juga: BUMN Minta BPK Buka Gamblang Investigasi Jiwasraya

Burhanuddin mengatakan, penentuan tersangka bukanlah hal yang mudah. Mengingat Kejagung mesti memeriksa lebih dari 5.000 transaksi investasi yang dilakukan Jiwasraya.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.