Perang dan Laris Manisnya Bisnis Senjata

Kompas.com - 08/01/2020, 17:32 WIB
Foto yang diambil oleh kantor berita Korea Utara (KCNA) pada 10 September 2019, dan dirilis 11 September 2019 memperlihatkan sebuah rudal meluncur dari sistem peluncur roket ganda yang ditembakkan dari sebuah lokasi rahasia. AFP/KCNA VIA KNSFoto yang diambil oleh kantor berita Korea Utara (KCNA) pada 10 September 2019, dan dirilis 11 September 2019 memperlihatkan sebuah rudal meluncur dari sistem peluncur roket ganda yang ditembakkan dari sebuah lokasi rahasia.

Sejumlah perusahaan pembuat senjata militer asal AS seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman Corp, Boeing, Raytheon, dan General Dynamics Corp menikmati peningkatan penjualan dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan-perusahaan ini mendapatkan kontrak miliaran dollar secara global sepanjang 2018 dengan menjual jet tempur, rudal, amunisi, torpedo, drone, kendaraan taktis, tank, radar, drone, dan produk jasa terkait pertahanan.

Baca juga: 10 Perusahaan yang Untung Gede karena Perang, dari AS Mendominasi

Nuklir turun, tapi senjata lain naik

Jumlah hulu ledak nuklir di dunia telah berkurang dalam setahun terakhir. Meski demikian, negara-negara berkekuatan nuklir terus memodernisasi persenjataan mereka.

Dalam laporan Stockholm International Peace Research (SIPRI) yang dipublikasikan, Senin (17/6/2019), pada awal 2019, Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Perancis, China, India, Pakistan, Israel, dan Korea Utara total memiliki 13.865 senjata nuklir. Jumlah ini berkurang sekitar 600 dibandingkan dengan pada awal 2018.

Namun, bersamaan dengan itu, semua negara pemilik senjata nuklir telah memodernisasi senjata mereka. China dan Pakistan juga telah meningkatkan jumlah persenjataannya.

”Jumlahnya senjatanya berkurang, tetapi senjata-senjata itu semakin baru,” kata Shannon Kile, Direktur Program Kontrol Persenjataan Nuklir SIPRI, kepada AFP.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Turunnya jumlah persenjataan nuklir terkait langkah AS dan Rusia yang keduanya total menguasai 90 persen persenjataan nuklir di dunia.

Baca juga: Konflik Memanas, Maskapai Asia Hindari Wilayah Udara Iran

AS dan Rusia, menurut laporan itu, memenuhi kewajiban traktat New START yang ditandatangani tahun 2010. Traktat itu membatasi jumlah kepemilikan hulu ledak nuklir dan juga mensyaratkan hulu ledak nuklir dari era Perang Dingin harus dihancurkan.

Namun, traktat New START ini akan berakhir pada 2021. Yang mengkhawatirkan, menurut Kile, sampai saat ini belum ada pembicaraan serius di antara pihak-pihak terkait apakah traktat itu akan diteruskan atau tidak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Nadin Amizah Rilis Album Mini | Ketika Isyana Sarasvati Kembali ke Khittah | 30 Tahun Album Smashing Pumpkins 'Gish'

[KURASI KOMPASIANA] Nadin Amizah Rilis Album Mini | Ketika Isyana Sarasvati Kembali ke Khittah | 30 Tahun Album Smashing Pumpkins "Gish"

Rilis
Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online dari Handphone

Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online dari Handphone

Work Smart
Mentan Syahrul Sebut Provinsi Bali Jadi Simbol Pertanian Maju

Mentan Syahrul Sebut Provinsi Bali Jadi Simbol Pertanian Maju

Whats New
Baru Capai 37 Persen, Luhut Minta Semua Pihak Fokus Kejar Target UMKM Go Digital

Baru Capai 37 Persen, Luhut Minta Semua Pihak Fokus Kejar Target UMKM Go Digital

Whats New
Tips Investasi Emas sebagai Diversifikasi Aset

Tips Investasi Emas sebagai Diversifikasi Aset

Earn Smart
Ini 3 Strategi agar Bisnis Bertahan Hadapi Perubahan Tren

Ini 3 Strategi agar Bisnis Bertahan Hadapi Perubahan Tren

Smartpreneur
Cara Mengikuti Lelang Online di lelang.go.id

Cara Mengikuti Lelang Online di lelang.go.id

Whats New
IHSG dalam Sepekan Merosot 1,41 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 7.108,5 Triliun

IHSG dalam Sepekan Merosot 1,41 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 7.108,5 Triliun

Whats New
UKM Ekspor Tempe ke Jepang, Mendag: Makanan Indonesia Makin Mendunia

UKM Ekspor Tempe ke Jepang, Mendag: Makanan Indonesia Makin Mendunia

Whats New
Indikasi Geografis: No Reputation, No Quality, No Price

Indikasi Geografis: No Reputation, No Quality, No Price

Whats New
Pendanaan Jadi PR Krusial Proyek Tol Yogyakarta-Bawen, Apa Solusinya?

Pendanaan Jadi PR Krusial Proyek Tol Yogyakarta-Bawen, Apa Solusinya?

Whats New
Manfaatkan Shopee, Mitraanda88 Wujudkan Mimpi Jangkau Pasar Mancanegara

Manfaatkan Shopee, Mitraanda88 Wujudkan Mimpi Jangkau Pasar Mancanegara

Smartpreneur
Asah 6 Skill Berikut agar Pelaku UMKM Mampu Bersaing di Ranah Digital

Asah 6 Skill Berikut agar Pelaku UMKM Mampu Bersaing di Ranah Digital

Whats New
Kisah Bittersweet by Najla, dari Hobi hingga Punya Banyak Reseller

Kisah Bittersweet by Najla, dari Hobi hingga Punya Banyak Reseller

Smartpreneur
Mengenal 5 Aset Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Mengenal 5 Aset Kripto dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X