Saham Produsen Senjata Asia Melonjak Pasca Serangan Rudal Iran

Kompas.com - 08/01/2020, 17:38 WIB
Gambar yang diambil pada 31 Oktober 2019 dan dirilis media Korea Utara KCNA pada 1 November 2019 menunjukkan Akademi Sains Pertahanan Korut menguji coba peluncur roket super besar di lokasi rahasia. AFP/KCNA VIA KNS/STRGambar yang diambil pada 31 Oktober 2019 dan dirilis media Korea Utara KCNA pada 1 November 2019 menunjukkan Akademi Sains Pertahanan Korut menguji coba peluncur roket super besar di lokasi rahasia.


JAKARTA, KOMPAS.com - Memanasnya tensi di kawasan Teluk Persia rupanya direspon positif perusahaan-perusahaan pembuat senjata global. Saham-saham perusahaan tersebut mengalami kenaikan sangat signifikan.

Dilansir dari CNBC, sejumlah salam produsen peralatan militer naik pesat pada perdagangan Rabu (8/1/2020).

Sebagian perusahaan, bahkan kenaikannya melebihi 20 persen pasca serangan peluru kendali (rudal) Iran ke pangkalan militer AS dan sekutunya di Irak.

Pabrikan kapal perang dan radar asal Korea Selatan, Victek, sahamnya langsung melonjak hingga 26 persen beberapa saat setelah pembukaan perdagangan di pagi hari.

Perusahaan lainnya, Hanil Forging Industrial, melompat lebih dari 21 persen. Perusahaan Korsel lain, Speco, juga mengalami kenaikan saham 18 persen.

Setali tiga, di Jepang, perusahaan pembuat ranjau darat Ishikawa Seisakusho, sahamnya naik 24 persen. Kemudian Tokyo Keiki yang memiliki pengalaman membuat sistem navigasi untuk keperluan militer sahamnya melonjak 13 persen.

Baca juga: 10 Perusahaan yang Untung Gede karena Perang, dari AS Mendominasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perusahaan Jepang lainnya yang menikmati kenaikan saham tinggi yakni Howa Machinery. Pembuat senjata riffle dan mortar ini mengalami lonjakan saham hingga 16 persen.

Kenaikan saham juga dialami pabrikan senjata asal China. Beberapa perusahaan sahamnya naik dalam batas maksimum harian 10 persen. Mereka adalah Anhui Great Wall Military Industry, Linzhou Heavy Machinery Group, Tianjin Motor Dies, dan Aerospace CH UAV.

Pergerakan saham di luar kebiasaan ini terjadi setelah pemberitaan penyerangan Iran ke dua fasilitas militer AS di Al-Assad dan Irbil, Irak.

"Kami tidak mencari perang, tapi kami akan mempertahankan diri melawai setiap agresi," ucap Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Whats New
Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Whats New
 Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Spend Smart
Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Whats New
Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Whats New
Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Rilis
Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Spend Smart
Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Whats New
4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

Whats New
Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Whats New
Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Whats New
Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Whats New
Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Rilis
Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Rilis
Pekan Keempat September 2021, BI Catat Arus Modal Asing Keluar Rp 5,92 Triliun

Pekan Keempat September 2021, BI Catat Arus Modal Asing Keluar Rp 5,92 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.