Janji Balas Rudal Iran, Trump Siapkan Sanksi Ekonomi Lebih Berat

Kompas.com - 09/01/2020, 18:14 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani UU Otorisasi Pertahanan Nasional 2020 disaksikan Ibu Negara Melania di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, pada 20 Desember 2019. Dalam UU itu juga tercantum pembentukan Pasukan Luar Angkasa, yang nantinya bakal jadi cabang keenam dalam militer AS. AFP/NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani UU Otorisasi Pertahanan Nasional 2020 disaksikan Ibu Negara Melania di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, pada 20 Desember 2019. Dalam UU itu juga tercantum pembentukan Pasukan Luar Angkasa, yang nantinya bakal jadi cabang keenam dalam militer AS.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tak akan merespon serangan rudal Iran dengan kekuatan militer. Selain itu, menurutnya, gempuran lusinan rudal tersebut tak menimbulkan korban jiwa di pihaknya.

Dilansir Reuters, Kamis (9/1/2020), Trump menegaskan akan membalas aksi Iran tersebut dengan sanksi ekonomi yang lebih berat ketimbang sebelumnya.

"Kenyataannya, meski kita memiliki kekuatan dan peralatan militer yang hebat, tidak berarti kita harus menggunakan itu. Kita tidak akan menggunakan itu (kekuatan militer)," kata Trump merespons serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS.

Dia mengatakan, Iran sendiri tampaknya sudah menunjukan sikap menahan diri, dan ini situasi yang juga baik untuk AS.

Kendati begitu, dirinya sudah menegaskan akan menjatuhkan sanksi tambahan pada Iran. Salah satunya dengan sanksi yang bisa membuat Iran bakal kesulitan menjual minyaknya sekaligus melumpuhkan ekonominya.

Selain itu, Trump yang maju menghadapi pemilihan presiden tahun ini juga menuding para presiden pendahulunya menyeret AS ke dalam perang di kawasan tersebut yang dinilainya hanya merugikan negara.

Baca juga: Puluhan Tahun Diembargo AS, Bagaimana Ekonomi Iran?

Pernyataan Trump tersebut diungkapkannya hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, mengumumkan kalau serangan rudal ke pangkalan militer AS sebagai pembalasan atas pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani.

Sebelumnya, Zarif menyatakan kalau Iran tidak mencari peperangan, tetapi hanya membela diri dari setiap agresi .

Sementara pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei menyebut serangan rudal Iran sebagai 'tamparan di wajah' untuk AS, sekaligus untuk menunjukkan tekad Iran mengusir pasukan AS keluar dari Irak.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang sumber keamanan kepada AFP mengatakan, serangan rudal Iran itu terjadi dalam tiga gelombang selepas tengah malam waktu setempat.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X