Per Akhir 2019, Bank Wakaf Mikro Salurkan Pembiayaan Rp 33,92 Miliar

Kompas.com - 09/01/2020, 19:12 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK saat meresmikan Bank Wakaf Mikro Bangkit Nusantara di Pondok Pesantren Pondok Roudlatut Thalibin, Rembang, Kamis (9/1/2020). Dok. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)Ketua Dewan Komisioner OJK saat meresmikan Bank Wakaf Mikro Bangkit Nusantara di Pondok Pesantren Pondok Roudlatut Thalibin, Rembang, Kamis (9/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) melaporkan, hingga akhir tahun 2019 telah berdiri sebanyak 56 Bank Wakaf Mikro (BWM) di seluruh Indonesia.

Adapun secara kumulatif kumulatif penerima manfaat sebanyak 25.631 nasabah dan total pembiayaan Rp 33,92 miliar atau naik 179,8 secara tahun kalender (year to date/ytd).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, OJK yang diamanatkan sebagai pengawas sektor jasa keuangan, keberadaannya harus juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penyediaan akses keuangan, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Baca juga: Sektor Swasta Didorong Dukung Bank Wakaf Mikro

“OJK juga berkepentingan mendorong literasi dan inklusi, serta membuka akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi masyarakat mikro. Oleh karena itu, OJK menginisiasi program Bank Wakaf Mikro untuk memudahkan akses pembiayaan bagi UMKM, mulai dari usaha kecil yang ada baik di dalam maupun di sekitar pondok pesantren di Indonesia,” kata Wimboh dalam keterangannya saat meresmikan BWM Bangkit Nusantara di Pondok Pesantren Pondok Roudlatut Thalibin, Rembang, Kamis (9/1/2020).

Program BWM merupakan sinergi antara OJK, para donatur, LAZNAS, dan tokoh masyarakat setempat, pimpinan Pondok Pesantren atau lembaga pendidikan tradisional.

BWM juga merupakan sarana bagi pondok pesantren mengoptimalkan peran dalam dakwah ekonomi, dengan menyediakan pendampingan usaha bagi masyarakat kecil di sekitar.

Baca juga: Ini Kendala Utama Bank Wakaf Kurang Berkembang

Skema dalam BWM dirancang sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat kecil, bukan untuk tumbuh menjadi besar menyaingi lembaga keuangan formal lainnya.

Pembiayaan diberikan tanpa bunga, hanya membayar biaya administrasi sebesar 3 persen per tahun dan nasabah tidak perlu memberikan agunan atau izin usaha.

Nasabah cukup membawa KK atau KTP serta mengikuti Pelatihan Wajib Kelompok (PWK) selama lima hari berturut-turut. Kelompok nasabah yang lulus PWK akan tergabung dalam satu Kelompok Usaha Masyarakat sekitar Pesantren Indonesia (KUMPI).

Baca juga: OJK Targetkan Buka 100 Bank Wakaf Mikro di 2019

Nasabah hanya memiliki kewajiban untuk mengangsur sekitar Rp 20.000 per minggunya.

Calon nasabah juga diberikan pemberdayaan dan pendampingan, baik pengembangan usaha kecil, manajemen ekonomi rumah tangga maupun peningkatan kapasitas dan ruhiyah seluruh nasabah BWM melalui Halaqoh Mingguan (HALMI).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X