Produksi Blok Mahakam Merosot, PNBP ESDM Turun

Kompas.com - 09/01/2020, 22:29 WIB
Suasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8/2017). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah kerja Blok Mahakam yang berlaku efektif 1 Januari 2018, setelah berakhirnya masa kontrak Production Sharing Contract (PSC) Mahakam dalam pengelolaan Total E&P Indonesie pada akhir 2017. ANTARA FOTO/Indrianto Eko SuwarsoSuasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8/2017). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah kerja Blok Mahakam yang berlaku efektif 1 Januari 2018, setelah berakhirnya masa kontrak Production Sharing Contract (PSC) Mahakam dalam pengelolaan Total E&P Indonesie pada akhir 2017.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas bumi (SKK Migas) mengatakan, penurunan lifting migas di Blok Mahakam jadi salah satu penyebab menurunnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2019.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, Blok Migas yang dikelola Pertamina itu mengalami decline rate lifting (penurunan) yang cukup tinggi sehingga menyebabkan terjadinya penurunan lifting migas hingga 15.000 barel per hari.

"Di Mahakam ada minus 15.000 (barel per hari) yang terjadi karena adanya beberapa decline lebih tinggi, hasil ada pengeboran beberapa kali yang enggak sukses," tutur Dwi, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (8/1/2020).

Baca juga: Lifting Migas Tak Capai Target, Ini Kendala-kendalanya

Mengutip data Kementerian ESDM, realisasi PNBP sektor migas sepanjang tahun lalu hanya mencapai Rp 115,1 triliun, dari target APBN 2019 Rp 159,8 triliun.

Selain merosotnya produksi di Blok Mahakam, Dwi menyebut ada beberapa insiden lain yang menyebabkan realisasi lifting migas tidak mencapai potensinya.

Seperti hal nya insiden penghentian proyek Pertamina Hulu Energi (PHE) di sekitar anjungan lepas pantai YYA Blok North West Java (ONWJ).

"Lalu PHE Oses, Medco Natuna dan Pertamina EP," kata Dwi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut kembali terjadi berbagai strategi sudah disiapkan oleh SKK Migas. Misal saja, pengawasan jangka panjang laporan kerja Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS).

"Peningkatan aktivitas kerja jangka panjang. Kami harap akhir bulan ini ada launching strategi baru dari KKKS," ucap dia.

Baca juga: Dikaitkan dengan Kasus Jiwasraya, Ini Penjelasan Trimegah Sekuritas

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X