BUMN: Hasil Audit BPK, Uang Jiwasraya Tak Digunakan untuk Kampanye

Kompas.com - 10/01/2020, 10:39 WIB
Ilustrasi Jiwasraya KONTAN/Cheppy A. MuchlisIlustrasi Jiwasraya

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga meminta kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tak ditarik ke ranah politik.

Sebab, jika ditarik ke ranah politik membuat perkara ini semakin gaduh. Jika hal tersebur terjadi dikhawatirkan bisa mengganggu proses bisnis yang sedang dilakukan untuk menyehatkan Jiwasraya.

“Kalau dibikin ramai dan sebagainya, nanti malah usaha kita mencari investor itu bisa gagal,” ujar Arya di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Baca juga: Sri Mulyani Bakal Temui BPK Bahas Risiko Sistemik Jiwasraya

“Kalau memang kita berkeinginan itu tidak terjadi, mari kita selesaikan tugas dan tanggung jawab masing-masing, tidak menjadikan komoditi politik, karena jelas tidak ada politik, dan investigasi BPK menunjukan ini benar-benar proses bisnis yang mal adminsitrasi bisnis,” sambungnya.

Arya menjelaskan, hasil investigasi BPK membuktikan kasus ini terjadi bukan karena ada unsur politik.

“Itu menunjukkan isu yang selama ini untuk kampanye, audit BPK buktikan tidak. Ini membuka semua isu-isu yang dibangun orang-orang,” kata Arya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arya pun meminta semua pihak mendukung langkah yang sedang disiapkan untuk menyehatkan Jiwasraya. Salah satunya dengan mencari investor yang berminat menanamkan modalnya di anak usaha Jiwasraya Putra.

“Mekanisme bisnis ini terjadi kalau kondisi juga kondusif, kalau tidak ada gonjang-ganjing yang membuat investor yang masuk ke Jiwasraya itu berhenti,” ucap dia.

Baca juga: Erick Thohir: Pembayaran Klaim Nasabah Jiwasraya akan Dicicil

Sebelumnya diberitakan, Jiwasraya mengalami gagal bayar polis produk asuransi JS Saving Plan.

Padahal, keuangan perusahaan pelat merah itu tergolong bagus bila dilihat dari laporan keuangannya dalam beberapa tahun belakangan.

Usai diaudit, ditemukan fraud pada sisi investasi. Jiwasraya diketahui kerap berinvestasi pada saham "gorengan" dan telah membukukan laba semu sejak 2006.

Bahkan pada tahun 2017, Jiwasraya juga memperoleh opini tidak wajar dalam laporan keuangannya. Padahal, saat itu Jiwasraya telah membukukan laba Rp 360,3 miliar.

Opini tidak wajar itu diperoleh akibat adanya kekurangan pencadangan sebesar Rp 7,7 triliun.

Baca juga: Dikaitkan dengan Kasus Jiwasraya, Ini Penjelasan Trimegah Sekuritas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.